UMKM di Kulonprogo Didorong Segera Urus Perizinan

Acara Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal yang digelar DPMPT Kulonprogo di Pondok Makan Omah Mbeji, Wates, Rabu (29/9 - 2021).Istimewa
29 September 2021 19:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengharapkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Binangun segera mengurus legalitas usaha agar semakin berkembang dan mendapatkan pendampingan dari pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh Sutedjo saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo di Pondok Makan Omah Mbeji, Wates, Rabu (29/9/2021). Dalam acara tersebut, Sutedjo menyerahkan perizinan UMKM kepada pelaku usaha kuliner, kerajinan dan produk olahan kopi.

Sutedjo menyatakan Pemkab berperan besar mendorong UMKM untuk mengembangkan usaha. Dari sektor perizinan, Pemkab berupaya memberikan kemudahan. Dalam pengembangan usaha, Pemkab juga memberikan pendampingan. “Saat ini ada Mal Pelayanan Publik [MPP] Kulonprogo yang siap melayani segala bentuk perizinan. Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan jika kesulitan mengurus izin secara mandiri,” tutur Sutedjo seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu. Dengan adanya legalitas usaha dan kualitas produk yang baik, UMKM memiliki potensi yang cukup besar untuk diekspor.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara perwakilan UMKM yakni Sugeng dari Pandasari Craft Salamrejo, Sentolo, dan Direktur Utama PT Out of Asia, Arum Lusika. Tercatat ada 52 UMKM asal Kulonprogo yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hadir perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari beberapa kalurahan di Kulonprogo.

Kepala DPMPT Kulonprogo, Agung Kurniawan berharap iklim investasi di Bumi Binangun terus meningkat, khususnya dari UMKM. “Pertumbuhan usaha di sektor mikro dan kecil ini cukup banyak. Melalui kegiatan ini kami harapkan kegiatan UMKM bisa semakin luas dan berkembang, bahkan menembus pasar dunia,” tuturnya.

Selain Sutedjo, hadir sebagai narasumber di antaranya Direktur Utama PT Out of Asia, Arum Lukito yang menyampaikan potensi dan peluang ekspor. Direktur BPD DIY Cabang Wates, Suroso menyatakan siap mendukung pembiayaan investasi.