Tol Jogja Ruas Gamping-YIA Dibangun Lebih Dulu daripada Purwomartani-Gamping

Foto ilustrasi. - Antara/Asprilla Dwi Adha
30 September 2021 17:42 WIB Nugroho Nurcahyo Jogja Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tol Jogja-Solo (Joglo) trase Gamping-Yogyakarta International Airport (YIA) akan digarap lebih awal dibandingkan dengan trase Purwomartani-Gamping. Trase ini juga akan dilengkapi dengan rest area.

Trase yang menghubungkan perjalanan dari Kota Jogja ke bandara YIA itu ditargetkan selesai bersamaan dengan pengerjaan trase Kartasura-Purwomartani yang saat ini pembangunan fisiknya sudah dimulai.

Corporate Communication PT Jogjasolo Marga Makmur, Ahmad Izzi, menjelaskan ada pertimbangan khusus kenapa tol Joglo justru diprioritaskan pada dua trase tersebut.

Tol Joglo, kata dia, pada dasarnya adalah penghubung kawasan segitiga emas Joglosemar dengan Tol Trans Jawa, sehingga prioritas utama tol ini adalah menghubungkan Jogja dengan Tol Trans Jawa.

“Tol dibangun untuk tujuan mempercepat mobilitas, memperlancar dan mempersingkat arus barang dan manusia. Jogja saat ini belum terkoneksi langsung dengan Trans Jawa. Perjalanan dari Jogja ke Tol Trans Jawa harus melewati jalan nasional yang sudah padat kendaraan,” kata dia, Selasa (28/9/2021).

Selanjutnya, Tol Joglo dibangun untuk mempercepat dan memperlancar mobilitas dari Kota Jogja ke YIA yang saat ini waktu tempuhnya begitu lama karena harus membelah kota dan melewati jalan nasional yang sama padatnya.

Oleh karenanya, setelah Jogja berhasil tersambung dengan Tol Trans Jawa, prioritas selanjutnya adalah mempersingkat akses dari Jogja ke bandara YIA.

Tol Joglo membentang dari Kartasura hingga Bandara YIA sepanjang total 96,57 kilometer. Pembangunannya dibagi menjadi 3 Seksi. Seksi 1 sepanjang 35,64 km menghubungkan Kartosuro-Purwomartani, Sleman. Seksi 2 sepanjang 22,36 membentang dari Purwomartani hingga Gamping, Sleman. Adapun Seksi 3 sepanjang 38,57 km menghubungkan Gamping-Bandara YIA. 

Saat ini, progres pembangunan tol Seksi 3 baru berada di tahap proses penerbitan izin penetapan lokasi (IPL) dari Pemda DIY, dan proses izin Amdal.

Izzi mengatakan jika semua berjalan lancar, rencananya pembebasan lahan tol pada Seksi tersebut ditargetkan dimulai pada awal 2022. 

"Saat pembebasan lahan berjalan nantinya diiringi tahap pembangunan. Itu rencana kerja kami," kata Izzi.