Antisipasi Harga Jatuh, Petani Lahan Pasir di Sanden Pilih Lelang

Ilustrasi petani cabai - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
30 September 2021 02:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Petani cabai lahan pasir di Kapanewon Sanden memilih menggelar lelang hasil pertanian beberapa hari terakhir.

Sistem ini dinilai efektif untuk mendongkrak harga cabai merah besar yang semula sempat jatuh pada harga Rp3.000 per kilogram. Selain itu melalui lelang, diharapkan mampu menekan aksi tengkulak yang mempermainkan harga cabai di tingkat petani.

Ketua Kelompok Tani Manunggal, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Subandi mengungkapkan awalnya sekitar delapan hari lalu harga cabai merah besar di tingkat petani mencapai Rp3.000 per kilogram. Namun, harga tersebut dalam perkembangannya naik menjadi Rp8.000 perkilogram setelah dilakukan uji coba lelang pertama, pekan kemarin.

"Dalam perkembangannya harganya terus naik. Menjadi Rp11.000 per kilogram, dan saat ini tetus naik menjadi Rp13.000 per kilogramnya," kata Subandi, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Sindikat Rokok Ilegal Gunakan Sel Mirip Jaringan Narkoba

Petani cabai merah besar di lahan pasir Pantai Samas, Sancoko menilai anjloknya harga cabai merah besar tidak lepas dari permainan para tengkulak. Saat harga cabai merah besar menyentuh harga Rp4.000 per kilogram, para tengkulak beralasan permintaan pasar sepi akibat adanya larangan kegiatan masyarakat selama PPKM Level 4.

"Tapi dalam perkembangannya, para tengkulak ini juga ikut membeli cabai dalam lelang. Padahal mereka sebelumnya sempat membeli cabai petani saat harganya masih murah," katanya.