Jangkaran Temon Jadi Kalurahan Bahari Nusantara

Bupati Kulonprogo Sutedjo dan sejumlah anggota TNI AL saat melepas tukik di bibir pantai Congot, Kulonprogo, pada Kamis (30/9/2021). - Ist/Humas Pemkab Kulonprogo
01 Oktober 2021 05:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kalurahan Jangkaran, kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo dicanangkan sebagai Kampung Bahari Nusantara. Pencanangan tersebut juga sekaligus dalam rangka Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) tahun 2021 yang dilaksanakan di Pos Keamanan Laut Terpadu (Posmat) TNI AL Congot Kulonprogo pada Kamis (30/9/2021).

Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim, Brigjen TNI (Mar) Markos yang diwakilkan oleh Kolonel Laut (P) Budi Mulyadi mengatakan pembinaan ketahanan wilayah (Bintahwil bahari) merupakan bagian dari pembinaan potensi maritim di wilayah pesisir. Pembinaan bertujuan untuk penyiapan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh bagi kepentingan ketahanan terutama aspek laut.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tugas TNI AL dalam rangka pembinaan pemberdayaan wilayah ketahanan laut guna menyiapkan segala potensi nasional untuk mendukung sistem ketahanan rakyat semesta," kata Budi pada Kamis (30/9/2021).

Pembinaan kampung bahari juga menyasar ke aspek pertanian. Terutama jenis tanaman palawija maupun holtikultura yang mampu tumbuh di tanah pasir sepanjang pesisir pantai Kulonprogo. Sehingga, program pembinaan maritim diharapkan mampu menunjang kesejahteraan masyarakat khususnya untuk ketahanan maritim.

Baca juga: Ratusan Sekolah di Bantul Sudah Uji Coba Belajar Tatap Muka

“Jangkaran diharapkan menjadi contoh Kampung Bahari Nusantara yang unggul dan berkualitas dan dapat diukur dari kemajuan dan perkembangan klaster kampung bahari nusantara. Wilayah atau daerah lain dapat mengikuti kalurahan Jangkaran sehingga seluruh pantai se-Indonesia kesejahteraaannya meningkat,” ujar Budi.

Pelaksanaan acara tersebut dimulai dan ditandai dengan pelepasan tukik sebanyak 58 ekor di bibir pantai Congot oleh Forkopimda dan para tamu undangan serta penandatanganan MoU Bintahwil antara pihak Pemkab yang ditandatangani oleh Bupati Kulonprogo dan Pangkalan TNI AL Yogyakarta sebagai bentuk kerjasama dalam program bintahwil.

Saat ini, TNI Angkatan Laut (AL) telah memiliki sekitar 1.757 desa binaan di seluruh pelosok nusantara. Pembentukan desa binaan dalam rangka membantu pemerintah daerah masing-masing kabupaten dalam hal mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Seperti di wilayah kalurahan Jangkaran.

Apresiasi dari Bupati

Bupati Kulonprogo Sutedjo memberikan apresiasi kepada TNI AL yang telah bersinergi untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatan bintahwil diharapkan mampu membawa manfaat bagi masyarakat Kulonprogo. Masyarakat juga mampu teredukasi dalam aspek bahari.

"Kalurahan Jangkaran dicanangkan sebagai Kampung Bahari Nusantara. Peresmiannya ditandai dengan pembuatan gapura Kampung Bahari dan Rumah Pintar yang dalam pembinaannya akan berlangsung secara berkelanjutan dan berkesinambungan," terang Sutedjo.

Sutedjo menambahkan upaya pembinaan maritim merupakan wujud sinergi yang sangat baik antara TNI AL dengan masyarakat. Sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, ekonomi serta ketahanan.

"Setelah dicanangkan sebagai Kampung Bahari, masyarakat Jangkaran dapat terus menjaga dan mengembangkan kalurahan Jangkaran sebagai Kampung Bahari Nusantara, sekaligus pembangunan pada wilayah tersebut yang sehingga dapat memicu pertumbuhan segala sektor yang lebih baik," ujar Sutedjo.