Jatuh di Tebing Grendan, Pemancing Kulonprogo Ditemukan Meninggal di Pantai Banyunibo

Tim gabungan mengevakuasi jasad pemancing yang hilang di Tebing Grendan, Pantai Jungwok. Korban ditemukan di terseret ke barat sampai di kawasan Pantai Banyunibo di Kalurahan Balong, Jepitu, Senin (4/10/2021). - Istimewa/Basarnas Yogyakarta
04 Oktober 2021 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim gabungan berhasil menemukan jasad Anggit Kriswahyudi, pemancing asal Kulonprogo yang hilang di kawasan Pantai Jungwok, tepatnya di Tebing Grendan, sejak Minggu (3/10/2021). Korban ditemukan di Pantai Banyunibo atau sekitar 500 meter dari titik lokasi pertama hilang.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY Sunu Handoko menerjunkan delapan regu penyelamat. Enam regu fokus mencari melalui jalur darat, sedangkan dua regu lainnya mencari melalui jalur laut.

BACA JUGA: Sleman Usulkan Penambahan Uji Coba Objek Wisata

“Upaya pencarian juga kami perluas karena ada perubahan arus laut yang mengarah ke barat sehingga berbagai cara dilakukan untuk menemukannya,” katanya, Senin (4/10/2021).

Senin sekitar pukul 09.45 WIB, tim pencari dari jalur darat yang berada di Pantai Watulumbung melihat benda terapung di kawasan Pantai Banyunibo. Mereka melapor ke ke tim evakuasi jalur laut guna mengecek benda yang mencurigakan tersebut.

“Ternyata itu mayat seorang laki-laki,” kata Sunu.

Menurut dia, jasad kemudian diperlihatkan kepada keluarga yang mengonfirmasi jasad tersebut adalah pemancing yang hilang di kawasan Pantai Jungwok. Lokasi peneemuan berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pertama hilang. “Kebetulan sejak pagi arus laut mengarah ke barat dan menyeret jasad korban sampai di Pantai Banyunibo,” ungkapnya.

Meski sudah ada klarifikasi dari keluarga, jasad yang ditemukan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses identifikasi. “Awalnya akan dibawa ke RSUD Wonosari, tapi ada perubahan dan diminta dibawa ke RS Bhayangkara,” katanya.

BACA JUGA: Kerap Marah-Marah, Risma Diminta Fadli Zon untuk Terapi

Kepala Basarnas Yogyakarta Wahyu Effendi mengatakan berkat kerja sama seluruh pihak, jasad pemancing hilang dapat ditemukan. “Operasi gabungan resmi ditutup dan yang terlibat dalam pencarian kembali ke satuan masing-masing,” katanya.

Dia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali. “Harus berhati-hati saat beraktivitas sehingga keselamatan tetap terjaga,” katanya.