Gunungkidul Gaspol Swasembada Pangan, Alsintan Dibagikan ke Petani
Pemkab Gunungkidul salurkan alsintan dan benih jagung untuk dorong swasembada pangan dan tingkatkan produktivitas petani.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, WONOSARI – Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono memastikan hingga sekarang belum ada destinasi wisata yang diperbolehkan buka. Oleh karenanya, selama penutupan tidak bisa bisa memaparkan jumlah kedatangan wisatawan.
“Memang ada yang masuk tapi dengan jalan menerobos. Kami jelas menyayangkan hal ini dan meminta kesadaran masyarakat untuk bersabar,” kata Hary, Senin (4/10).
Menurut dia, puluhan destinasi di Gunungkidul sudah mengurus sertifikasi CHSE dan QR code aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat kembali membuka destinasi wisata. Meski demikan, hingga saat ini masih dalam proses dan belum ada keputusan terkait destinasi wisata yang segera dibuka.
“Harapan kami agar ada kelonggaran pariwisata di Gunungkidul bisa dibuka. Jika ini bisa dibuka, maka upaya pengawasan terus ditingkatkan guna memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan di area wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul salurkan alsintan dan benih jagung untuk dorong swasembada pangan dan tingkatkan produktivitas petani.
Kemenkes memperkirakan kasus demensia di Indonesia menembus 2 juta pada 2025, dengan Alzheimer sebagai penyebab utama.
Veda Ega Pratama finis kelima di Moto3 GP Ceko 2026 setelah start dari posisi ke-20 dan meraih tambahan 11 poin.
YIA layani 11 penerbangan charter umrah langsung ke Arab Saudi bersama Garuda Indonesia, angkut 593 jemaah dari berbagai daerah.
PKB DIY menyalurkan 100.000 liter air bersih untuk warga Purwosari, Gunungkidul, guna mengantisipasi dampak kekeringan musim kemarau.
Diskusi seni di Jogja memantik kritik tajam soal sejarah, kolektor, dan posisi Yogyakarta sebagai pusat seni rupa Indonesia.