Bukan Belalang, Tawon Jadi Ikon Gunungkidul dan Inspirasi Batik Baru
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, WONOSARI – Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono memastikan hingga sekarang belum ada destinasi wisata yang diperbolehkan buka. Oleh karenanya, selama penutupan tidak bisa bisa memaparkan jumlah kedatangan wisatawan.
“Memang ada yang masuk tapi dengan jalan menerobos. Kami jelas menyayangkan hal ini dan meminta kesadaran masyarakat untuk bersabar,” kata Hary, Senin (4/10).
Menurut dia, puluhan destinasi di Gunungkidul sudah mengurus sertifikasi CHSE dan QR code aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat kembali membuka destinasi wisata. Meski demikan, hingga saat ini masih dalam proses dan belum ada keputusan terkait destinasi wisata yang segera dibuka.
“Harapan kami agar ada kelonggaran pariwisata di Gunungkidul bisa dibuka. Jika ini bisa dibuka, maka upaya pengawasan terus ditingkatkan guna memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan di area wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
Vivo V70 Lite resmi meluncur dengan baterai 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga mulai Rp5 jutaan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.
Rupiah berisiko tembus Rp19.000 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.