Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, WONOSARI – Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono memastikan hingga sekarang belum ada destinasi wisata yang diperbolehkan buka. Oleh karenanya, selama penutupan tidak bisa bisa memaparkan jumlah kedatangan wisatawan.
“Memang ada yang masuk tapi dengan jalan menerobos. Kami jelas menyayangkan hal ini dan meminta kesadaran masyarakat untuk bersabar,” kata Hary, Senin (4/10).
Menurut dia, puluhan destinasi di Gunungkidul sudah mengurus sertifikasi CHSE dan QR code aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat kembali membuka destinasi wisata. Meski demikan, hingga saat ini masih dalam proses dan belum ada keputusan terkait destinasi wisata yang segera dibuka.
“Harapan kami agar ada kelonggaran pariwisata di Gunungkidul bisa dibuka. Jika ini bisa dibuka, maka upaya pengawasan terus ditingkatkan guna memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan di area wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Pertamina Patra Niaga tambah pasokan 5,8 juta tabung LPG 3 kg selama libur panjang Mei 2026. Warga diimbau beli sesuai kebutuhan.
Alex Marquez menang sprint race MotoGP Catalunya 2026 usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih tipis 0,041 detik.
Suzuki Burgman 150 resmi meluncur dengan fitur TCS, ABS dual-channel, dan panel TFT untuk menantang Honda PCX serta Yamaha NMAX.
Meta menghadapi protes internal setelah program pengawasan karyawan untuk pengembangan AI dinilai melanggar privasi pekerja.
Netflix mengumumkan tur konser global Huntr/x dari film K-Pop Demon Hunters bersama promotor AEG Presents.