Sekolah Dibuka, Pemkot Jogja Klaim Belum Ada Kasus Penularan Covid-19

Ilustrasi. - Antarafoto
06 Oktober 2021 22:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja mengklaim hingga saat ini tidak ada laporan mengenai munculnya klaster penularan COVID-19 dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas yang berlangsung sejak pekan ketiga September 2021.

“Sampai sekarang tidak ada laporan soal itu dan mudah-mudahan tidak ada kasus sama sekali,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu (6/10/2021).

Menurut dia, pelaksanaan PTM terbatas di Kota Yogyakarta diikuti oleh siswa kelas VI SD, dan siswa kelas VII-IX SMP.

“Sekolah yang sudah memulai PTM terbatas, hingga saat ini berjalan baik. Tidak ada kasus karena memang sejak awal sudah dilakukan simulasi berkali-kali untuk penerapan protokol kesehatannya,” katanya.

Selain simulasi, setiap sekolah sudah dilengkapi buku saku protokol kesehatan yang wajib dipenuhi. Protokol kesehatan tidak hanya dilakukan saat siswa berada di kelas.

BACA JUGA: Tak Hanya KTP Kota Jogja, Pemkot Siap Layani Vaksinasi untuk Warga Luar

“Kami menerapkan protokol kesehatan sejak kedatangan siswa di sekolah hingga siswa pulang atau dijemput dari sekolah. Semua harus sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Hasyim mengatakan hal senada yaitu tidak ada klaster penularan COVID-19 dari PTM terbatas.

“Sebagian besar sekolah, SD dan SMP di Kota Yogyakarta sudah melaksanakan PTM. Ada beberapa yang belum khususnya sekolah swasta. Kalau untuk sekolah negeri sudah menyelenggarakan semua,” katanya.

Menurut dia, siswa dan guru semuanya antusias melaksanakan PTM terbatas. Bahkan dari survei yang digelar sebelumnya di sekolah negeri, sebanyak 97 persen siswa dan orang tua setuju dengan pelaksanaan PTM terbatas.

Mekanisme penyelenggaraan PTM, diserahkan ke masing-masing sekolah namun tetap harus mematuhi protokol yaitu maksimal 50 persen kapasitas per kelas.

“Ada sekolah yang siswanya masuk penuh satu pekan dan pekan berikutnya sekolah daring. Ada juga yang menerapkan masuk bergantian tiap hari, dan ada juga yang masuk maksimal dua kali setiap pekan. Semuanya sesuai kondisi sekolah masing-masing,” katanya.

Selama PTM terbatas dilaksanakan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kami pastikan sekolah mematuhi protokol kesehatan dan mudah-mudahan tidak ada kasus,” katanya.

Sumber : Antara