Bukan Sekadar Buka Lomba, Wawali Astrid Turun ke Sungai dan Mancing Bareng Warga
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Walaupun mengalami penurunan kasus aktif Covid-19 secara signifikan, status PPKM untuk wilayah Sleman masih level 3 hingga 18 Oktober mendatang. Ada sejumlah faktor yang menyebabkannya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan belum turunnya leveling PPKM di Sleman disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya capaian vaksinasi, terutama dosis kedua yang belum memenuhi target.
Selain itu, masih banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit serta terdapat kasus kematian akibat Covid-19. "Ketika kasusnya sudah turun tetapi yang dirawat di rumah sakit masih banyak dan yang meninggal masih ada 4,4% maka ini masih menjadi masih menjadi pekerjaan rumah bersama," jelas Novita, Rabu (6/10/2021).
BACA JUGA: Tak Hanya KTP Kota Jogja, Pemkot Siap Layani Vaksinasi untuk Warga Luar
Dijelaskan Novita, penurunan leveling PPKM tidak ditentukan oleh penurunan kasus saja, melainkan juga oleh berbagai indikator. Salah satunya adalah tingkat transmisi dan kapasitas respon untuk menanganinya. Pada tingkat transmisi, tergantung pada jumlah kasus baru yang terkonfirmasi, kemudian kasus baru yang dirawat di rumah sakit, dan jumlah yang meninggal.
"Sementara pada kapasitas respon dengan penilaian memadai, sedang, dan terbatas tergantung pada perhitungan testing, tracking, dan treatment," jelas Novita.
Oleh karenanya, lanjut Novita, Dinkes mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan 3T (testing, tracking, dan treatment), menerapkan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), dan mengikuti vaksinasi sebagai upaya menurunkan kasus Covid-19 dan level PPKM.
"Selama muncul kasus konfirmasi baru di masyarakat, level tidak akan turun. Untuk menekan agar kasus Covid-19 tidak tinggi maka harus dilakukan dengan 3T, 3M, maupun dengan vaksinasi," katanya.
Dinkes, lanjut dia, tetap gencar melaksanakan vaksinasi sebagai salah upaya untuk mencegah penularan sehingga kasusnya tidak banyak. Dia berharap dengan kesadaran msyarakat yang peduli terhadap 3T, 3M, dan vaksninasi lavel PPKM di Sleman dapat turun. “Mudah-mudahan dengan kesadaran masyarakat untuk pencegahan penularan dengan 3T, 3M, dan vaksinasi level PPLM akan bisa turun," ujar Novita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mengatur biaya aplikasi ojol maksimal 8%, perjanjian kemitraan, jaminan sosial, dan layanan pengaduan.
Bedah buku DPAD DIY dan DPRD DIY di Sleman mengulas pentingnya tidur cukup, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebebasan bereksplorasi untuk mendukung kecerdas
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.