Bupati Gunungkidul Minta Jaga Warga Lebih Aktif, Ini Tujuannya
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul memastikan tidak ada perubahan maupun penundaan pelaksanaan pemilihan lurah serentak di 58 kalurahan. Hal ini sesuai dengan edaran terbaru Menteri Dalam Negeri No.270/5645/SJ tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu pada Masa Pandemi Covid-19 Pasca Penundaan yang dikeluarkan 8 Oktober lalu.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, Kriswanto mengatakan, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan edaran terbaru berkaitan dengan kelanjutan tahapan pilihan lurah. Meski demikian, aturan baru ini tidak berpengaruh terhadap tahapan di Gunungkidul.
Menurut dia, sesuai dengan edaran No.270/5645/SJ tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu pada Masa Pandemi Covid-19 Pasca Penundaan, penundaan hanya berlaku untuk wilayah yang masuk PPKM level empat. Sedangkan kondisi terkini berkaitan dengan perkembagan penularan virus corona di Gunungkidul sudah memasuki PPKM level tiga.
Kriswanto pun memastikan tidak ada masalah dengan tahapan karena pencoblosan tetap sesuai jadwal. Yakni, dilaksanakan pada 30 Oktober mendatang. “Tidak berubah dan tidak terpengaruh dengan edaran terbaru yang dikeluarkan kemendagri,” katanya kepada wartawan, Senin (11/10/2021).
Dia menjelaskan, tahapan pada saat sekarang masih dalam proses pengumuman berkas bakal calon. Rencananya, pengumuman untuk mendapatkan masukan dari masyarakat berlangsung hingga Kamis (14/10/2021). “Ya kalau tidak ada atau masukan dari warga, maka akan ditetapkan sebagai calon lurah,” katanya.
Baca juga: Duh...Banyak Wisatawan Tanpa Pemeriksaan Vaksin Lolos Masuk DIY
Sekretaris DP3AKBPMD Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, untuk kelancaran pilihan lurah, pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,1 miliar. Ia pun memastikan, pelaksanaan pencoblosan akan mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Memang ada perubahan untuk Tempat Pemungutan Suara. Awalnya, tempat pemilihan diadakan di setiap dusun satu tempat. Tapi sekarang, setiap TPS dibatasi pemilihnya maksimal 500 orang,” katanya.
Ketua Panitia Pilihan Lurah Bejiharjo, Karangmojo, Aryanto mengatakan, total ada lima bakal calon yang mendaftar. Untuk mendapatkan masukan dari masyarakat, berkas pencalonan dari kelima bakal calon sudah ditempel di papan pengumuman di setiap dusun. “Kami umumkan agar mendapatkan masukan dari masyarakat,” katanya.
Menurut dia, setelah dilakukan pengumuman akan ditetapkan sebagai calon lurah. Rencananya, penetepan dilaksanakan pada Sabtu (16/10/2021) mendatang.
“Tidak hanya ditetapkan sebagai calon, namun juga dilakukan pengundian nomor urut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
PSIM Jogja menghadapi Isenmulang tanpa Ze Valente akibat kartu merah. Laskar Mataram berupaya bangkit setelah lima kekalahan beruntun.
Luhut mengusulkan penyesuaian definisi korupsi merujuk UNCAC. KPK menolak penghapusan total unsur kerugian negara dan membuka opsi delik pemberatan.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Agrinas Palma Nusantara memberikan beasiswa kepada 25 anak Papua Selatan untuk mengikuti pendidikan perkebunan sawit selama tiga tahun.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.