DPRD Bantul Dukung Pembangunan Selter Sosial Lansia dan ODGJ

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
18 Oktober 2021 09:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Selter perawatan ODGJ dan lansia tengah dibangun di Bantul. Adanya selter dinilai dapat meningkatkan perawatan dan penanganan lansia dan ODGJ terlantar.

Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko menerangkan bila DPRD telah menyetujui dan mendukung rencana pembangunan selter bagi lansia dan ODGJ terlantar. "Sudah dibangun sekarang, baru proses. Itu nanti untuk lansia, ada ODGJ. PAGU-nya Rp2,9 miliar di Jambidan," terangnya pada Minggu (17/10/2021).

"Fasilitasnya terutama untuk tempat isolasi teman-teman ODGJ. Jadi biar mereka tidak di jalanan, sampai mungkin nanti ada keluarga yang nyari. Kita ada fasilitasnya, sesuai standar," imbuhnya.

Di selter sosial ODGJ dan lansia akan terdapat pelayanan lengkap dari kebutuhan dasar makanan dan kesehatan. "Mereka datang ada tempat khusus dimandikan buat mereka. Ada semua khusus di sana. Tidak di jalan rawan," ungkapnya.

Selter sosial tersebut setidaknya mampu menampung sekitar 40-50 orang untuk lansia dan ODGJ terlantar. "Nanti masuknya di bawah UPT Dinas Sosial. Lansia seperti panti jomponya," ujarnya.

"Yang ODGJ ada kamarnya khusus. Sudah kita lakukan inspeksi kesana, pengawasan. Itu nanti masih kita perbaiki lagi di anggaran 2022," tandasnya.

Pada pembangunan 2022 nanti, Miko masih mempertimbangkan persoalan IPAL. "Berbicara IPAL, karena kanan kirinya masih sawah milik penduduk. Dan depannya masih ada perumahan. Jadi kita tidak mau nanti ada dari pihak tersebut komplain," tambahnya.

Dengan adanya selter sosial untuk ODGJ ini, pasien ODGJ warga Bantul tidak perlu dirujuk jauh-jauh ke wilayah lain namun tetap mendapat perawatan terbaik di dalam Bantul. "Kami berharap ini salah satu untuk menangani persoalan ODGJ, khususnya warga Bantul sendiri," tuturnya.

"Harapannya nanti yang ODGJ setelah dirawat di selter jadi baik kondisinya, bisa ditemukan keluarganya. Karena bagaimana pun mereka orang Bantul, bukan orang lain. Kita, bagaimana harus bisa memenuhi hak mereka," katanya.