Kaliurang Dibanjiri Wisatawan

Suasana di depan Taman Kaliurang, Sleman, Kamis (26/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 Oktober 2021 02:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Objek wisata Kaliurang dikunjungi ratusan wisatawan, Minggu (17/10/2021). Selain di memadati kawasan Tlogoputri, wisatawan menikmati pemandangan yang tersebar di sejumlah titik destinasi wisata tersebut.

Keberadaan anak-anak menjadi alasan kuat para wisatawan mengajak ke destinasi wisata tersebut. "Ya kalau ke tempat wisata yang sudah resmi buka, anak-anak tidak diperbolehkan masuk. Ya main-main ke sini saja," kata salah seorang wisatawan dari Purwokerto, Siwi Pamungkas, di Tlogo Putri.

Ia mengaku sudah mencoba ke sejumlah destinasi, seperti Merapi Park. Ia terbentur aturan membawa anak-anak meskipun sudah menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. "Daripada anak-anak nggak bisa masuk karena kendala itu ya kami tetap berwisata ke sini," katanya.

Dari pengamatan Harian Jogja, lahan parkir di objek wisata tersebut penuh dengan kendaraan wisatawan dari luar kota. Sebagian wisatawan menikmati kuliner di lokasi tersebut. Tidak sedikit juga wisatawan yang menggunakan jasa jeep lava tour untuk mengelilingi lereng Merapi.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi sisi barat, Dardiri mengaku memang secara resmi belum membuka kembali jeep wisata. Meskipun begitu ada beberapa jeep yang sudah beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Ya hanya mengantar pengunjung berkeliling di jalan saja dengan menerapkan protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker dan penumpang maksimal empat orang. Sebagaian besar pemandu sekitar 98 persen sudah divaksin," katanya.

Terlihat anak-anak juga bermain di area permainan di Tlogo Putri. Nebeberapa wisatawan dari satu rombongan (keluarga) terlihat berkerumun. Tidak hanya di lokasi tersebut, kerumunan wisatawan terlihat juga di pinggir-pinggir jalan area perbukitan Kaliurang. Mereka kebanyakan usia remaja yang ingin berswa foto bersama. Terlihat beberapa wisatawan yang juga tidak mengenakan masker dengan benar.

BACA JUGA: PTM Diklaim Lancar, Disdikpora Terus Tambah Pembukaan Sekolah di DIY

Tekait hal itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku saat ini baru tiga destinasi wisata yang mendapatkan izin untuk beroperasi (Ratu Boko, Tebing Breksi dan Merapi Park). Objek wisata lainnya belum resmi dibuka karena terkendala izin. Meski belum resmi dibuka, kata Kustini, masyarakat diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Kami sebenarnya sudah mengajukan 25 destinasi lain agar bisa segera beroperasi. Tapi sampai saat ini belum juga diizinkan," kata Kustini saat menghadiri pelantikan Pengurus PAN Sleman.

Untuk destinasi lainnya yang terlanjur beroperasi, Kustini mengaku tidak kuasa menahannya. Sebab masyarakat saat ini membutuhkan penghasilan setelah melewati rangkaian PPKM. "Sebenarnya Sleman dengan penurunan kasus Covid-19 sudah berada di PPKM level dua, cuma pemerintah pusat masih melabeli Sleman dengan level tiga. Mungkin agar tidak muncul klaster baru," katanya.

Padahal, lanjut Kustini, capaian vaksinasi Covid-19 di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai 82% dan dosis kedua 62%. Pemkab saat ini menyisir warga daerah pinggiran dan perbatasan untuk vaksinasi. "Jadi kami jemput bola, nanti Puskesmas menyisir warga yang di wilayah pinggiran. Harapannya semua sudah divaksin," katanya.