Kota Jogja Dilanda Angin Kencang dan Hujan Deras, 3 Pohon Tumbang, 1 Talut Longsor

Pohon tumbang akibat hujan deras di Kelurahan Demangan, Jogja, Senin (19/10/2021)-Ist - BPBD Jogja
19 Oktober 2021 19:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak tiga pohon tumbang dan satu talut longsor akibat hujan deras yang mendera Jogja, Senin (18/10/2021). Pohon tumbang terjadi di Kelurahan Semaki dan Demangan. Untuk talut longsor terjadi di Kelurahan Kotagede.

Selain itu, adapula atap rumah tertiup angin di Kelurahan Demangan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) patah di Kelurahan Baciro. Dari kejadian tersebut, selain berdampak pada gangguan jalan, ada beberapa rumah warga yang rusak di beberapa bagian. Adapula satu motor yang tertimpa pohon tumbang. Tidak ada laporan korban jiwa akibat hujan deras ini.

Menurut Kepala Seksi Data Informasi Komunikasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Ari Atmawan Prihandono, hujan deras bermula sekitar pukul 16.00 WIB. “Hujan deras disertai angin kencang, menyebabkan terjadinya kejadian beberapa titik di Kota Jogja,” kata Ari, Selasa (19/10/2021). “[Sejauh ini semua] sudah ditangani. Sudah diberikan bantuan [bagi yang terdampak.”

BACA JUGA: Diringkus KPK, Bupati Kuansing Andi Putra Terjerat Kasus Ini

Menjelang musim penghujan, BPBD Kota Jogja menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto, langkah-langkah ini berupa mengirim surat himbauan peringatan kepada masyarakat, meng-update perkembangan cuaca, menyiapkan pasukan dan peralatan apabila terjadi kebencanaan, serta menguji coba sistem peringatan dini.

“Dalam poin memberi himbauan pada masyarakat, kami mengingatkan masyarakat agar waspada bencana yang ditimbulkan saat musim pancaroba dan musim hujan, seperti memangkas pohon, membersihkan saluran air, dan sebagainya,” kata Bayu, Selasa (12/10/2021).

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim penghujan akan berlangsung pada akhir Oktober ini. “Semua pinggiran sungai kami anggap rawan,” kata Bayu saat ditanya daerah rawan bencana air di Kota Jogja.