Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi pengolahan sampah./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Volume sampah yang dihasilkan di Sleman setiap tahun sebesar 57.757 ton. Tingginya produksi sampah ini perlu segera dicarikan solusi. Salah satunya dengan mendorong masing-masing rumah tangga untuk mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Bupati Sleman Kustini Purnomo meminta agar masyarakat segera melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Hal itu harus dimulai dari keluarga masing-masing, Setiap keluarga diminta melakukan pemilahan sampah sejak dalam rumah tangga. Sampah anorganik dikelola bank sampah, dan sampah organik dikelola dengan pembuatan kompos rumah tangga.
“Dengan pengelolaan sampah secara mandiri dari rumah tangga masing-masing diharapkan sampah dapat dikelola atau bahkan bahkan bermanfaat menambah ekonomi keluarga,” katanya di sela kegiatan penyerahan hibah sarana dan prasarana kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di TPS3R Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Senin (18/10/2021).
Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Kustini kepada perwakilan Ketua Kelompok Pengelola Sampah Mandiri. Adapun bantuan yang diberikan berupa motor roda 3 untuk operasional sebanyak 4 buah, mesin jahit 15 buah, timbangan sebanyak 11 buah dan 3 pengolahan sampah dengan black soldier fly.
Dia mengatakan bantuan sarana dan prasarana yang diberikan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemkab kepada KPSM yang terdiri dari Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Para penerima hibah dinilai mampu memberikan berkontribusi dalam mengurangi sampah di masyarakat.
BACA JUGA: Belum Ketemu, Harun Masiku Diduga Dilindungi Kekuatan Besar
“Ini merupakan bentuk apresiasi Pemkab untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah di masyarakat. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Kustini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan keberadaan TPS3R dan Bank Sampah selama ini mampu mengurangi permasalahan sampah di Sleman. “Terbukti pengelolaan sampah di TPS3R perhari mencapai 94,16%, sedangkan untuk persentase sampah terkelola oleh Bank Sampah perhari mencapai 61,87%,” jelasnya.
Di wilayah Sleman saat ini, lanjut Dwi, terdapat 210 unit Bank Sampah dan 25 unit TPS3R. Semua pengelolaan sampah tersebut bergerak dan bertujuan untuk pengurangan sampah yang sudah mencapai 22,48% dengan tonase 57.757 ton/per tahun.
"TPA Piyungan akan ditutup pada 2022, sehingga TPS3R menjadi salah satu ujung tombak dalam pengelolaan sampah. Target kita pada tahun 2025 yakni di angka 25 persen," tambahnya.
Kedepan konsep pengelolaan sampah zero waste di TPS3R Brama Muda akan menjadi percontohan di 25 unit TPS4R yang ada di Kabupaten Sleman. “Fasilitas di TPS3R Brama Muda sudah lengkap mulai dari pemillah, pencacah, pengayak,press plastik, unit kompos dan penguraian sampah dengan maggot, dan akan kami tambahkan incinerator sehingga zero waste bisa tercapai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.