PPKM DIY Turun ke Level 2, Hati-Hati Jangan Euforia

Ilustrasi - Antara/Mohammad Ayudha
19 Oktober 2021 13:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY menjadi Level 2 tak seharusnya membuat masyarakat terlena. Protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 harus tetap diterapkan secara ketat.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan secara bertahap bakal melakukan evaluasi terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang akan dilonggarkan. Evaluasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 yang berpotensi menimbulkan klaster.

BACA JUGA: Resmi! DIY Turun ke PPKM Level 2, Ini Daftar Lengkap Wilayahnya

"Level 2 ini kemungkinan besar disambut dengan euforia masyarakat. Kita perlu tetap waspada. Walaupun level PPKM menjadi 2, kita harus punya model untuk mengantisipasi terjadinya klaster penularan Covid-19," kata Fajar pada Selasa (19/10/2021).

Menurut Fajar, evaluasi dan uji coba juga nantinya bakal menyasar sektor pariwisata. Sektor pariwisata dinilai menjadi lini yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Protokol pencegahan penularan Covid-19 harus mampu diterapkan oleh pengelola wisata secara ketat demi menghindari terjadinya klaster penularan Covid-19.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinpar Kulonprogo untuk mempersiapkan objek wisata agar mampu menerapkan protokol kesehatan," terang Fajar.

Selain berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo juga mengimbau agar pengelola objek wisata mempersiapkan protokol kesehatan di masing-masing destinasi wisata. Penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir aerta menjaga jarak menjadi syarat mutlak bagi pengelola wisata untuk menyambut wisatawan.

"Kan ada pengelola wisata yang konsisten maupun yang tidak konsisten. Untuk yang konsisten, akan dorong agar terus menerapkan protokol Covid-19. Sementara itu, bagi yang tidak konsisten, bakal kami tegur bahkan kami minta tutup," ujar Fajar.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan jawatannya terus mengebut persiapan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19 di masing-masing destinasi wisata yang ada di bumi binangun.

Menurut Joko, sertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) yang menjadi syarat bagi pengelola wisata agar mampu membuka destinasi wisata juga menjadi perhatian dinas.

"Objek wisata yang mengantongi sertifikasi CHSE yakni wisata Bukit Pule Payung di kapanewon Kokap dan Taman Sungai Mudal di kapanewon Girimulyo. Kemudian, Desa Wisata Tinalah di kKalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo," terang Joko.

Upaya pengelola wisata dalam mendapatkan sertifikat CHSE bukan tanpa kendala. Pengelola wisata masih terbentur kendala seperti aspek teknis maupun sumber daya manusia. Sebagian besar pengelola wisata sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan CHSE secara online. Namun, belum ada tindak lanjut hingga saat ini.

"Ada banyak yang belum mendapatkan respons ya dari pusat. Bahkan, tidak sedikit yang kesulitan untuk mengakses internet karena berada di wilayah yang susah sinyal. Pendaftaran CHSE memang sudah terpola dari Pemerintah Pusat," ungkap Joko.