Pemkot Berharap Wisatawan Lebih Lama di Jogja

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Oktober 2021 07:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN – Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berupaya meningkatkan lama tinggal wisatawan. Upaya ini salah satunya dengan mengkaji analisis lama tinggal wisatawan bersama para pelaku pariwisata di Kota Jogja. Harapannya, semakin lama wisatawan di Jogja, maka belanja wisata juga semakin meningkat, dan berdampak baik pada perekonomian setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, Jogja menjelaskan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Sektor pariwisata mampu menggerakan perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya untuk menjaga dan meningkatkan kunjungan wisata tetap harus dilakukan melihat perkembangan kepariwisataan daerah lain berkembang pesat.

“Mengetahui lama tinggal wisatawan dapat dijadikan indikasi tingkat kepuasan wisatawan terhadap kualitas daya tarik wisata dan potensi untuk berkunjung kembali,” kata Wahyu dalam diskusi Kajian Analisis Lama Tinggal Wisatawan di Hotel Boutique Jogja, Selasa (19/10/2021).

Tahun 2019, lama tinggal wisatawan di Kota Jogja terealisasi 2,08 hari. Sedangkan pada tahun 2020 menjadi 1,63 hari lantaran pandemi Covid-19. Sementara per September 2021, lama tinggal wisatawan menjadi 1,33 hari. Wahyu berharap di paruh akhir tahun 2021 dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali di Kota Jogja, lama tinggal wisatawan dapat ditingkatkan.

“Melalui kegiatan ini semoga dapat diformulasikan bersama- sama upaya memperkuat kualitas destinasi, industri dan kelembagaan kepariwisataan Kota Jogja. Terutama untuk menyempurnakan kajian analisis lama tinggal wisatawan sehingga menjadi sebuah dokumen yang akurat untuk pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata kota Jogja,” katanya.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyut berharap lama tinggal wisatawan segaris lurus dengan peningkatan belanja wisatawan di Kota Jogja. “Length of stay wisatawan harus diikuti dengan spending money agar ekonomi masyarakat dapat berjalan. Arahkan wisatawan untuk berkonsumsi belanja wisata,” kata Haryadi.

Dalam pariwisata, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan yaitu what to see, what to eat, dan what to buy. Dari tiga hal tersebut, Haryadi menilai perlu dibuat buku panduan atau directory hotel di Kota Jogja yang memuat seluruhnya.

“PPKM [di DIY] sekarang sudah turun level dua. Tapi kami Muspida akan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pakai masker, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas. Ukuran penurunan level PPKM adalah tingkat vaksinasi dan Jogja sudah deklarasi tuntas vaksinasi, pelaksanaan protokol kesehatan dan mobilitas penduduk,” katanya.