Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Petugas Satpol PP menunjukkan rokok ilegal berbagai merek hasil sitaan pada Kamis (21/10/2021) malam-Ist/dok. Satpol PP DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menyita sebanyak 94 bungskus atau 1.880 batang rokok ilegal dan rokok dengan cukai palsu dari seorang penjual yang dilakukan secara online atau daring, Kamis (21/10/2021) malam. Pengungkapan rokok ilegal ini merupakan terbesar yang dilakukan Satpol PP DIY selama tahun ini.
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan teruangkapnya rokok ilegal tersebut dilakukan dengan cara dipancing oleh salah satu petugas Satpol PP dengan menyaru sebagai pembeli. Sebab pola peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai saat ini tidak lagi disetor ke warung-warung, melainkan langsung dilakukan secara online melalui metode Cash On Delivery (COD).
“Sitem penjulan sekarang tidak di warung-warung tapi dilakukan online. Kami pancing yang bersangkutan, beli ketemuan di utara JEC dan mendapatkan 94 bungkus roko ilegal atau 1.880 batang,” kata Noviar, saat dihubungi Jumat (22/10/2021).
Penjual dan barang bukti tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. Selanjutnya tersangka diserahkan ke kantor Bea Cukai untuk diproses lebih lanjut, karena kewenangan yustisi sesuai Undang-undang nomor 37 Tahun 2009 tentang Cukai ada di Bea Cukai.
BACA JUGA: Stres karena Tugas Kuliah, Mahasiswi di Sleman Tewas Minum Racun
Noviar mengatakan penjual yang ditangkap beserta barang buktinya tersebut merupakan orang ketiga. Masih ada orang kedua sebagai distributor yang kini sedang dalam penyelidikan. Menurut pengakuan tersangka, penjual rokok ilegal tersebut beli kepada tangan kedua dengan harga Rp5.000 per bungkus, kemudian dia jual kepada konsumen dengan harga Rp15.000 per bungkus.
Jual beli rekok ilegal tersebut dilakukan dengan online melalui COD untuk menghindari kejaran petugas. Noviar menegaskan operasi yustisi peredaran rokok ilegal rutin dilakukan setap bulan sebanyak 10 kali dengan mendatangi warung-warung dan melakukan penyelidikan pada penyetor rokok ilegal tersebut.
Namun akhir-akhir ini distribusi rokok ilegal tidak lagi dilakukan dengan penyetoran langsung ke warung-warung, melainkan sistem COD sehingga petugaspun berupaya menyamar sebagai pembeli untuk mengungkap peredaran rokok ilegal tersebut.
“Satpol PP DIY akan terus melakukan operasi non yustisi rokok ilegal ini karena peredaran rokok palsu ini tidak hanya mengganggu masyarakat. Tapi juga mengurangi pendapatan negara khusunya dari cukai,” ujar Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.
Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan gen ibu melalui kromosom X. Namun, benarkah IQ lebih banyak diwariskan ibu daripada ayah?
Bournemouth menjamu Leeds United pada pekan kesembilan Liga Inggris. Simak jadwal, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua klub.
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Veda Ega Pratama unggul delapan poin atas Hakim Danish di klasemen Moto3 2026. Keduanya akan kembali bersaing dalam balapan di Malaysia.