Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang mahasiswi ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya, di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kamis (21/10/2021) malam. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyimpulkan korban bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Matheus Wiwit, menjelaskan korban adalah KA, perempuan 20 tahun asal Donggala, Sulawesi Tengah. KA merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Sleman. “Saat ditemukan keadaan korban lemas, tidak sadarkan diri, mulut mengeluarkan busa putih dan telentang di lantai. Diduga korban telah meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (21/10/2021).
Mengacu pada keterangan para saksi, korban diketahui berada di indekosnya seharian sebelum ditemukan tak bernyawa. Sekira pukul 07.00 WIB, salah satu saksi masih melihat korban keluar kamarnya untuk mandi di lantai dua.
“Kemudian sekira pukul 15.30 WIB ada teman korban yang menghubungi penjaga kos untuk menanyakan korban, kemudian penjaga kos mengecek ke kamar korban dan mendapati kamar korban dalam keadaan gelap. Di dalam sunyi tidak ada aktivitas, penjaga kos mengira korban sedang tidur di dalam kamar,” katanya.
BACA JUGA: Novel Baswedan Kembali Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli ke Dewas
Teman korban tersebut datang kembali pukul 19.30 WIB karena korban tak kunjung dapat dihubungi. Ketika dicek bersama penjaga kos, kondisi kamar korban masih sama, tertutup dalam kondisi gelap. Merasa curiga, penjaga kos mengecek kondisi dalam kamar melalui ventilasi. Saat itu lah didapati korban telentang di lantai dan tidak sadar.
Setelah menghubungi kakak korban, penjaga kos bersama sejumlah penghuni kos lainnya pun berusaha membuka pintu yang masih dikunci dari dalam, akhirnya bisa dibuka melalui jendela. Selain tak sadarkan diri, mulut korban juga mengeluarkan busa putih.
Diperkuat dengan adanya gelas plastik yang berisi potas bercampur dengan air, serta gelas kaca basah yang diduga bekas muntahan korban, polisi menduga korban meninggal bunuh diri setelah menenggak potas tersebut.
Berdasarkan keterangan dari kakak korban, korban memang pernah bercerita jika ingin membeli racun tikus untuk diminum. Meski tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, korban kerap bercerita kepada kakaknya jika korban stres dengan tugas kuliahnya.
Korban yang kuliah di Prodi Teknik Industri diduga merasa tertekan dengan tuntutan kuliah. “Sering bercerita kepada kakak korban bahwa tugas kuliah dan stres soal tugas kuliah sehingga merasa berat. Korban juga bercerita bahwa ada dua mata kuliah yang dirasa berat,” ungkapnya.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.