Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang mahasiswi ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya, di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kamis (21/10/2021) malam. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyimpulkan korban bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Matheus Wiwit, menjelaskan korban adalah KA, perempuan 20 tahun asal Donggala, Sulawesi Tengah. KA merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Sleman. “Saat ditemukan keadaan korban lemas, tidak sadarkan diri, mulut mengeluarkan busa putih dan telentang di lantai. Diduga korban telah meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (21/10/2021).
Mengacu pada keterangan para saksi, korban diketahui berada di indekosnya seharian sebelum ditemukan tak bernyawa. Sekira pukul 07.00 WIB, salah satu saksi masih melihat korban keluar kamarnya untuk mandi di lantai dua.
“Kemudian sekira pukul 15.30 WIB ada teman korban yang menghubungi penjaga kos untuk menanyakan korban, kemudian penjaga kos mengecek ke kamar korban dan mendapati kamar korban dalam keadaan gelap. Di dalam sunyi tidak ada aktivitas, penjaga kos mengira korban sedang tidur di dalam kamar,” katanya.
BACA JUGA: Novel Baswedan Kembali Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli ke Dewas
Teman korban tersebut datang kembali pukul 19.30 WIB karena korban tak kunjung dapat dihubungi. Ketika dicek bersama penjaga kos, kondisi kamar korban masih sama, tertutup dalam kondisi gelap. Merasa curiga, penjaga kos mengecek kondisi dalam kamar melalui ventilasi. Saat itu lah didapati korban telentang di lantai dan tidak sadar.
Setelah menghubungi kakak korban, penjaga kos bersama sejumlah penghuni kos lainnya pun berusaha membuka pintu yang masih dikunci dari dalam, akhirnya bisa dibuka melalui jendela. Selain tak sadarkan diri, mulut korban juga mengeluarkan busa putih.
Diperkuat dengan adanya gelas plastik yang berisi potas bercampur dengan air, serta gelas kaca basah yang diduga bekas muntahan korban, polisi menduga korban meninggal bunuh diri setelah menenggak potas tersebut.
Berdasarkan keterangan dari kakak korban, korban memang pernah bercerita jika ingin membeli racun tikus untuk diminum. Meski tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, korban kerap bercerita kepada kakaknya jika korban stres dengan tugas kuliahnya.
Korban yang kuliah di Prodi Teknik Industri diduga merasa tertekan dengan tuntutan kuliah. “Sering bercerita kepada kakak korban bahwa tugas kuliah dan stres soal tugas kuliah sehingga merasa berat. Korban juga bercerita bahwa ada dua mata kuliah yang dirasa berat,” ungkapnya.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.