Pemda Optimistis Vaksin Covid-19 di DIY Rampung Akhir Tahun Ini

Kegiatan vaksinasi di puncak sosok beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Jumali
22 Oktober 2021 22:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY optimistis vaksinasi Covid-19 selesai pada akhir tahun ini. Saat ini proses vaksinasi masih terus dikebut dengan menggandeng berbagai pihak, selain Pemda DIY, pemerintah kabupaten dan kota juga melibatkan TNI dan Polri.

Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi mengatakan target vaksinasi lebih cepat dari yang ditargetkan awal, yakni selesai pada awal 2022 mendatang, “Harapan kami awalnya progres percepat kalau bisa target dosis kedua sudah bisa 100% awalnya januari, sekarang ada percepatan itu akhir tahun ini dosis kedua sudah selesai, karena kesadaran masyarakat tinggi akan pentingnya vaksin,” kata Sumadi, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (22/10/2021).

Sumadi mengatakan capaian vaksinasi sampai 20 Oktober 2021 sudah mencapai 2.632.352 orang atau 91,41% untuk dosis pertama dari total sasaran sebanyak 2.879.699 orang. Sementara capaian dosis kedua sebanyak 1.939.592 orang atau 67,35%. Capain vaksinasi untuk lansia juga sudah lumayan, sudah mencapai 74,48% untuk dosis pertama dan 65,32 untuk dosis kedua.

BACA JUGA: Pilihan Lurah di Gunungkidul: Kampanye Tatap Muka Dilarang

Dia menargetkan capaian dosis pertama sampai 100% pada November mendatang. Sementara dosis kedua yang awalnya ditargetkan awal tahun depan dipercepat pada akhir Desember mendatang. Berbagai upaya untuk mempercepat vaksinasi terus dilakukan yakni dengan mengaktifkan semua fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota untuk melayani vaksinasi setiap hari. Selain itu TNI dan Polri juga diminta untuk terlibat dalam percepatan vaksinasi dosis kedua ini.

Bahkan untuk sasaran yang kesulitan mobilitas seperti lansia dan difabel juga melalui upaya jemput bola. “Capaian vaksinasi harian saat ini sudah di atas 20.000 lebih,” ucap Sumadi. Untuk sumber daya manusia atau petugas vaksinasi, Sumadi memastikan tidak menjadi persoalan. Karena selain memaksimalkan aparatur sipil negara (ASN) juga melibatkan relawan dan TNI-Polri.

Lebih lanjut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum ini menyatakan Pemda DIY mulai menyasar orang yang tinggal di DIY namun bukan ber-KTP DIY seperti pelajar dan mahasiswa yang jumlahnya diperkirakan ada sekitar 275.000an.

“Tapi angka pastinya belum kita dapatkan, kita minta masing-masing sekolah dan kampus mendatanya. Kalaua ada persoalan vaksin koordinasi dengan kami,” ucap Sumadi.

Sumadi menambahkan stok vaksin saat ini juga terus ditambah, bahkan pekan lalu pihaknya mendapatkan kiriman sebanyak 200 ribu vaksin jenis Pfizer dari Kementerian Kesehatan. Menurut dia, Pemerintah Pusat punya perhatian penuh untuk wilayah Jawa, yakni DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dalam mempercepat vaksinasi ini. Karena jawa Barat dan DKI sudah mencapai target.

Dia berharap capaian vaksinasi Covid-19 cepat selesai untuk membentuk kekebalan komunal atau herd immunity agar kegiatan sosial dan ekonomi kembali berjalan normal karena bisa menghentikan laju penularan Covid-19. Meski demikian Sumadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Disinggung soal level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sumadi berharap DIY tetap di level 2 atau tidak turun level ke level 1. Sebab dia khawatir jika DIY level 1 masyarakat akan abai terhadap protokol kesehatan sehingga dikhawatirkan menimbulkan klaster penularan Covid-19 sehingga berpotensi PPKM diberlakukan lagi dan akan mengganggu psikologis masyarakat.

Dengan PPKM level 2 ini kegiatan masyarakat tetap jalan dengan sedikit pembatasan, “Saya terus terang lebih nyaman engga usah turun level [ke level 1], kalau level satu semua dibuka kalau ada klaster lagi kasihan kalau PPKM diberlakukan lagi. Perjuangan kita untuk menurunkan level sudah luar biasa,” tandas Sumadi.