Waspada Hujan Deras! Pengelola Wisata Bantaran Sungai Mulai Siaga

Ilustrasi hujan - Reuters
25 Oktober 2021 15:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, PIYUNGAN--Kendati kerap mendapatkan kiriman air bah dari kabupaten lain, saat musim penghujan, namun hal ini tidak membuat sejumlah pengelola objek wisata di bantaran kali di Bantul menutup usahanya.

Sejumlah upaya telah dilakukan oleh pengelola objek wisata di bantaran kali sebagai upaya untuk meminimalisasi terjadinya bencana baik kiriman air bah, ataupun bencana lain saat memasuki musim penghujan.

Koordinator Taman Wisata Batu kapal, Klenggotan RT 01 Srimulyo, Piyungan, Samsi Dwi Asapa Rudin mengatakan sampai saat ini pihaknya belum ada rencana menutup aktivitas di objek wisata yang dikelolanya, meskipun telah mulai memasuki musim penghujan. Sebab, selama ini sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lokasi tersebut banjir ataupun terkena kiriman air bah.

"Kami sudah koordinasi dengan beberapa pengelola objek wisata di atas kami, seperti lava bantal. Kami juga telah berkoordinasi dengan tim relawan baik SAR dan FPRB. Kami juga sudah pasang larangan bermain air kepada pengunjung," kata Samsi, Senin (25/10/2021).

Menurut Samsi, meski sudah mulai memasuki musim penghujan, namun jumlah pengunjung di lokasi tersebut sejauh ini masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.

"Minggu (24/10) saja, ada 2.000 pengunjung yang datang. Kami tingkatkan safety dan memaksimalkan imbauan kepada pengunjung terkait kemungkinan adanya bahaya banjir dan kiriman air bah," jelasnya.

Koordinator Pengelola Taman Senja Ngelo Muhammad Ary S mengakui, obwis yang dikelolanya tidak dapat menghindari banjir. Untuk itu, pengelola melakukan antisipasi agar dampak banjir tidak terlalu merugikan. “Kami merencanakan sistem rehap ulang jika banjir,” katanya.

Untuk keselamatan pengunjung, Ary mengaku berkoordinasi dengan pengelola sepanjang sungai. Ini dilakukan agar bisa dilakukan antisipasi saat hujan turun. "Tujuannya untuk antisipasi saat turun hujan,” katanya.

Komandan SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto berharap agar pengelola wisata menghentikan aktivitas saat musim penghujan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya luapan banjir dan bencana. "Selain itu, kami berharap pengelola bisa berkoordinasi dengan sejumlah instansi kebencanaan, sebagai upaya mitigasi terjadinya bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan," harapnya.