Dinkes Magelang Bekali Petugas Promkes Kemampuan Manfaatkan AI dan Menulis Artikel
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Ahmad Fauzi, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag DIY (kanan) berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Bersiap untuk Umrah & Haji yang digelar Harian Jogja, Senin (25/10/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sudah dua tahun Arab Saudi tidak membuka ibadah haji akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia. Di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) meminta calon jemaah haji untuk tetap mempersiapkan diri untuk pelaksanaan ibadah haji dengan protokol kesehatan terbaru.
Hal itu diungkapkan Ahmad Fauzi, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag DIY dalam Focus Group Discussion (FGD) Bersiap untuk Umrah & Haji yang digelar Harian Jogja, Senin (25/10/2021).
"Sudah dua tahun karena kondisi, di Arab Saudi tidak membuka jemaah haji dari luar. Kemenag [RI] telah membatalkan keberangkatan Haji 2021, pembatalan ini dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 secara global dialami seluruh wilayah di dunia, sehingga pemerintah yang melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan, maka disimpulkan untuk menjaga keselamatan jiwa jemaah maka keputusan itu yang ditempuh," katanya.
Menurutnya, respons dari calon jemaah haji, saat keputusan pembatalan belum ditetapkan pun jemaah khawatir kalau diberangkatkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Mereka lebih aman kalau ditunda. Apalagi pada Juni-Juli 2021 kasus Covid-19 sangat tinggi, jadi calon jemaah haji memaklumi pembatalan ini.
Terkait dengan biaya jemaah, Ahmad Fauzi menegaskan dana tersebut aman. Dari 3.032 jemaah di DIY yang melunasi biaya haji, sampai saat ini hanya sembilan orang yang membatalkan, yaitu mencabut biaya pelunasan yang besarnya di kisaran Rp10 juta.
Ia menegaskan Kemenag terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji, di antaranya negosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi. "Semoga upaya untuk bisa memberikan pelayanan haji bisa terlaksana, misal penuh pun harus siapkan skema yang akan dilakukan, misal 50 persen, bisa buat skema yang nyaman," katanya.
Ia mengungkap ada anggapan adanya protokol kesehatan yang ketat akan berdampak pada biaya haji yang akan meningkat, karena pondokan dan pesawat perlu menjaga jarak. Namun, pemerintah telah berupaya dengan dua tahun tidak menggelar ini, tentu nilai manfaat bisa dioptimalkan untuk menanggulangi beban biaya yang mungkin muncul dari penerapan prokes tersebut.
Bidang Pengembangan Produk dan Sie Umrah, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Muhammad Fahrurrozi, menambahkan jemaah umrah Indonesia terbesar nomor dua setelah Pakistan.
"Penutupan haji dan umrah oleh Arab Saudi sangat beralasan karena Covid-19 tinggi, sulit menerapkan protokol kesehatan, karena jemaah dari luar Arab Saudi mencapai 70 persen, sehingga mencegah jemaah dari berbagai negara guna mencegah risiko terjadinya kasus Covid-19. Di samping juga vaksinasi belum masif, baru sekitar 40 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.