Taman Budaya Yogyakarta Berusaha Bangkit Secara Bertahap

Tangkapan Layar pentas Dagelan Mataram Reborn berjudul Virus Ora Urus yang digelar di TBY, Rabu (13/10/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
26 Oktober 2021 22:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarya (TBY) berusaha bangkit secara bertahap. Setelah menunda atau membatalkan sejumlah agenda akibat pandemi Covid-19, kini acara seni dan budaya kembali bergulir. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha TBY, Nuryadi sebelum menyelenggarakan beberapa pentas, TBY telah mendapat rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 DIY.

Sejak adanya penurunan level PPKM dari Level 4 menjadi Level 3 pada September 2021, secara berkala pentas sudah berlangsung secara taping. “Saat level PPKM turun ke Level 2, maka kami sudah boleh melakukan pelayanan. Sampai Desember jadwal pentas sudah ada. Kebanyakan pentas seni budaya seperti tari, ketoprak dan lainnya,” kata Nuryadi saat ditemui, Kamis (21/10/2021).

Meski mulai menggelar pentas, TBY masih menyelenggakan agenda internal. Saat ini fasilitas TBY belum dibuka untuk komersial. Pentas secara komersial dari penyelenggara di luar TBY menunggu izin atau Surat Edaran dari Gubernur DIY.

Agar tidak muncul klaster persebaran Covid-19, setiap sepekan sekali ada penyemprotan disinfektan di seluruh ruang pentas. Selain itu, adapula upaya memperkuat daya tahan para kru yang terlibat dalam pentas. “Untuk menjaga kondisi teman-teman, kami memberikan vitamin di pelayanan yang bertugas sampai malam. Harapannya kondisi tubuh mereka tetap fit dan tidak terjadi apa-apa,” kata Nuryadi.

Dalam hal sosialisasi, TBY semakin memaksimalkan dunia digital termasuk website dan media sosial. Beberapa informasi maupun pentas di TBY bisa disaksikan oleh masyarakat, salah satunya melalui kanal Youtube Taman Budaya Yogyakarta.

Terapkan Protokol Kesehatan

Menurut Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Budaya TBY, Budi Supardi, setiap pentas yang berlangsung menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Selain disiplin dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, penampil dan kru juga dibatasi 30-40 orang. Mayoritas penampil dan kru juga sudah divaksinasi dosis kedua. Selain itu, pertunjukan dilakukan secara tapping sesuai rekomendasi Satgas.

Harapan besarnya, dengan diadakannya kembali pentas maka bisa menjadi ruang apresiasi seni budaya. Pentas ini sekaligus sebagai upaya regenerasi pelaku seni. Tidak mungkin yang senior terus yang akan tampil, perlu ada regenerasi agar apresiasi seni budaya bisa berkesinambungan,” ujarnya.