Curhat Wanita Asal Bantul di Grup ICJ Dikomentari 31.000 Warganet, Ini Kata Rifka Annisa Jika Suami Tidak Bekerja

Unggahan tentang curhat rumah tangga di grup Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ). / Ist
29 Oktober 2021 14:27 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Sebuah unggahan menghebohkan grup facebook Info Cegatan Jogja (ICJ). Unggahan berisi curahan isi hati (curhat) seorang wanita tentang suaminya yang menganggur, dikomentari lebih dari 31.000 warganet dalam waktu kurang dari 24 jam.

Wanita bernama asli Devi Lesmiyati itu menggunakan nama facebook Shifa Amalia Dewi, saat mengunggah di ICJ pada Kamis (28/10/2021). Wanita asal Bantul ini mengaku suaminya suka memancing dan memelihara burung namun tidak bekerja dengan alasan sulit mendapat pekerjaan di usia di atas 35 tahun. Jika mau memulai usaha, mereka tidak punya modal.

Wanita itu bekerja di pabrik untuk menghidupi suami dan seorang anak mereka. Ia sampai sering lembur demi bisa cukup untuk makan, membayar angsuran sepeda motor, membeli susu anaknya bahkan membeli pakan burung yang dipelihara suaminya, membeli umpan untuk suaminya memancing serta membelikan rokok suaminya.

Saat dihubungi Harianjogja.com, Devi Lesmiyati mengatakan suaminya tidak bekerja sejak mereka menikah. "dulu wktu pacaran masik kerja orangnya..sehabis punya anak ndak mau kerja sama sekali.. klo hoby menghasilkan gpp ya .ini ga menghasilkan ngabisin duit..," katanya.

Baca juga: Curhat di Grup ICJ Soal Suaminya yang Penganggur, Wanita Asal Bantul Dapat 16.000 Komentar

Menanggapi hal itu, Konselor Hukum di Rifka Annisa (organisasi non pemerintah yang berkomitmen pada penghapusan kekerasan terhadap perempuan), Lisa Oktavia mengungkapkan kondisi yang dialami Devi Lesmiyati itu banyak dialami pasangan di masa pandemi Covid-19. Banyak karyawan kena PHK sehingga menyebabkan penganggur.

"Saat suami tidak bekerja, itu sebenernya bisa, ketika keduanya memahami dan dikomunikasikan bahwa salah satu tidak bekerja. Kuncinya di komunikasi," kata Lisa Oktavia, menanggapi kasus tersebut, Jumat (29/10/2021).

Ketika suami tidak bekerja, lanjutnya, maka suami bisa gantikan pekerjaan di ranah domestik, yaitu pekerjaan rumah tangga. Di sinilah perlunya berbagi peran antara suami dan istri, dan lebih lanjut bisa berganti peran. Namun, Lisa menegaskan bahwa hal ini harus dikomunikasikan dan disepakati lebih dahulu. "Harus clear. Kalau tidak, jadi tidak sehat," katanya.

Baca juga: Wanita yang Curhat di ICJ Soal Suami Menganggur Diapresiasi karena Berani Bersuara

Hal yang masalah, menurutnya adalah ketika suami tidak sadar dengan pembagian peran tersebut. Lisa mengatakan suami boleh punya hobi, tetapi harus ingat ada peran yang harus dilakukan di dalam keluarganya. Lagi-lagi, kuncinya adalah komunikasi.

Solusi untuk masalah ini, menurutnya adalah intervensi konseling pada pasangan tersebut, yaitu menggugah kesadaran tentang peran pasangan dalam rumah tangga dan pentingnya komunikasi.

Ia mengakui ada masyarakat yang menganut patriarki sehingga menganggap suami berkuasa. "Ada yang menganut patriarkinya. Suami merasa harus berkuasa, tetapi previlege tidak ada, kemudian yang dilakukan bukan menyadari tapi menekan, sampai memukul. Ini yang harus disadarkan," katanya.