Advertisement

Hampir 100 Persen RT di Jogja Masuk Zona Hijau Covid-19

Sirojul Khafid
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
Hampir 100 Persen RT di Jogja Masuk Zona Hijau Covid-19 Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-- Status Covid-19 tingkat Rukun Tetangga (RT) di Kota Jogja yang berzona hijau sebesar 99,33 persen per Jumat (29/10/2021). Sementara sisanya berzona kuning.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja, Nur Hidayat, tidak ada RT berzona oren maupun merah. Untuk zona kuning, persebarannya berada di Kelurahan Baciro, Tegalrejo, Kricak, Purwokinanti, Gedongkiwo, Suryodiningratan, Mantrijeron, Sosromenduran, dan Pringgokusuman.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sejak beberapa waktu pula, pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 yang dilakukan BPBD Jogja juga menurun. Saat ini pemakaman yang dilakukan tim BPBD Jogja hanya satu atau dua kali. Dibanding pada gelombang dua sebelumnya, tim BPBD sempat kualahan dan perlu melibatkan masyarakat dalam penanganan jenazah Covid-19.

BACA JUGA: Covid-19 di DIY Perlahan Mulai Naik, Hari Ini Tambah 38 Kasus, 1 Kematian

"Masih membantu memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 [berjumlah] satu atau dua," kata Nur Hidayat, Jumat (29/10/2021). "[Meski kasus sudah menurun], tetap harus waspada, ada kemungkinan gelombang berikutnya, jangan lengah diri dan siap siaga, jangan euforia."

Meski penanganan jenazah Covid-19 dari BPBD Jogja telah berkurang, keberadaan delapan tim tetap siap dan siaga. Anggota ini juga termasuk tim reaksi cepat yang bisa membantu di bagian penanggulangan bencana lain.

"Kami tidak melakukan pengurangan anggota tim," kata Nur Hidayat. "Selain itu, apabila ke depan ada gelombang baru, harapannya kami sudah lebih siap dibanding sebelumnya. Sudah ada kesiapsiagaan dari kita semua. Prokes kita terapkan setidaknya sudah bisa memagari [dari Covid-19]."

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin prokes dalam semua kegiatan. Terlebih PPKM DIY yang turun ke level 2 memungkinkan semua kegiatan bisa digelar dengan pembatasan.

Sehingga kesadaran masyarakat menjadi hal yang penting agar kasus Covid-19 tidak meningkat. "Virus masih ada, jadi kewaspadaan tetap harus diutamakan," kata Heroe.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perajin Batik Giriloyo Ini Ciptakan Batik Lukis Wajah

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 15:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement