Antisipasi Listrik Padam, Panpilur Siapkan Genset

Ilustrasi. - Antara
29 Oktober 2021 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meningkatnya intensitas hujan dan angin saat ini harus diantisipasi Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) di 33 kalurahan di Sleman. Sistem pemilihan e-voting saat pemilihan akan terganggu jika aliran listrik tiba-tiba padam.

Carik Tridadi Sleman, Johan Enri Kurniawan mengatakan potensi gangguan listrik saat Pilur pada 31 Oktober mendatang sudah diantisipasi oleh Panpilur. Panpilur menyiapkan genset jika sewaktu-waktu aliran listrik padam baik karena bencana maupun hal lainnya. "Sudah ada antisipasi [saat listrik padam]. Ada anggaran dari BKK Pilur. Sebab beberapa hari ini sudah turun hujan," katanya, Kamis (28/10/2021).

Di Tridadi, katanya semua calon lurah yang maju di kalurahan tersebut potensinya sama. Tidak ada yang mendominasi atau disebut calon kuat. Mereka akan dipilih oleh sebanyak 10.500 warga pemilih di 30 TPS dengan tiga TPS keliling. "Semua calon kuat dan berimbang. Begitu juga dengan peralatan e-voting sudah siap pakai dengan jumlah cadangan sebanyak empat unit," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pilurdes Kalurahan Condong Catur Aris Munandar. Menurutnya, pelaksanaan Pilur juga bisa tergangu kestabilan aliran listrik. "Yang kami khawatirkan aliran listrik terganggu saat Pilur digelar. Kalau sampai mati listrik bisa berantakan semua karena model e-voting," jelas dia. 

Baca juga: Pemilihan Lurah di Kulonprogo Diduga Diwarnai Politik Uang

Menurut Aris, Panpilur sudah mengantisipasi dengan menyewa genset jika muncul kendala tersebut di masing-masing TPS. Adapun perlengkapan logistik lainnya juga dinilai sudah siap, seperti komputer dan sebagainya. "Jumlah TPS di Condongcatur terdapat 90 yang terdiri dari 82 TPS reguler dan 8 TPS keliling. Adapun jumlah pemilih sebanyak 29.816 orang," katanya.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, Budiharjo mengatakan anggaran persewaan genset sudah disiapkan oleh masing-masing panitia. "Setiap TPS sudah dianggarkan untuk sewa gendset. Anggaran sudah masuk dalam komponen anggaran Pilur," paparnya.

Adapun jumlah TPS yang disediakan pada Pilur 31 Oktober mendatang sebanyak 871 TPS dan 91 TPS keliling. Seluruh peralatan e-Voting sudah dicek dan tidak mengalami kendala. "TPS keliling digunakan untuk mengakomodir disabilitas, lansia dan warga yang sakit kecuali kasus Covid-19 tidak dilayani oleh Panpilur," katanya.

Budi meminta calon lurah agar bersama-sama mengondisikan masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menyukseskan Pilur serentak 31 Oktober mendatang.