3 Peneliti UGM Ini Masuk Daftar Peneliti Paling Berpengaruh di Dunia

Logo UGM. - JIBI
29 Oktober 2021 19:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tiga peneliti UGM masuk Top 2% World Ranking Scientists 2021. Ini merupakan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University, Prof. John Ioannidis bersama Jeroen Baas dan Kevin Boyack yang dirilis pada Oktober ini.

Ketiga peneliti itu yakni Abdul Rohman, Muh Aris Marfai dan Ahmad Maryudi. Dalam daftar tersebut, terdapat lebih dari 100.000 ilmuwan yang karyanya banyak dikutip para peneliti lain di dunia sehingga menjadikan mereka sebagai peneliti paling berpengaruh di dunia.

Direktur Penelitian UGM, Mustofa, menuturkan capaian yang diraih diharapkan mampu menginspirasi para peneliti lainnya di UGM untuk dapat berprestasi. “Ini membuktikan bahwa peneliti UGM diakui secara internasional dengan publikasi yang banyak disitasi para peneliti lain di seluruh dunia,” katanya, Jumat (29/10/2021).

Publikasi yang telah dilakukan ketiga peneliti UGM tersebut di Scopus rentang tahun 2020-2021. Abdul Rohman dengan 28 h-index, total karya ilmiah sebanyak 80 judul meliputi 64 artikel, 6 review, 6 short survey, 4 conference paper. Adapun jumlah sitasi sebanyak 1.836 sitasi sejak tahun 2009.

BACA JUGA: Covid-19 di DIY Perlahan Mulai Naik, Hari Ini Tambah 38 Kasus, 1 Kematian

Selanjutnya, Muh Aris Marfai dengan 16 h-index, 33 karya ilmiah berupa 13 artikel, 19 conference paper, dan 1 book chapter. Sedangkan jumlah sitasi sebanyak 752 tercatat sejak tahun 2007. Kemudian Ahmad Maryudi dengan 23 h-indx, 24 karya ilmiah dengan rincian 18 artikel, 2 conference paper, dan 4 note. Untuk jumlah sitasi sebanyak 609 sejak 2012.

UGM kata Mustofa, mendorong para penelitinya agar giat melakukan publikasi dalam berbagai jurnal internasional melalui berbagai skema. Salah satunya yang dilakukan oleh Direktorat Penelitian UGM antara lain mengembangkan program penelitian yang menghasilkan luaran penelitian berupa publikasi seperti Program Rekognisi Tugas Akhir, Program Asistensi Riset dan sebagainya.

Skema lain juga dilakukan Badan Penerbit dan Publikasi UGM untuk mendorong publikasi internasional peneliti UGM. Beberapa diantaranya adalah pemberian insentif book chapter UGM, insentif buku telah terbit UGM, penghargaan karya ilmiah sudah terbit di jurnal dan prosiding terindeks database pengindeks bereputasi.

“Untuk semakin meningkatkan jumlah publikasi internasional bereputasi bagi para peneliti, UGM melakukan kustomisasi dukungan terhadap peneliti berdasarkan penelitian dasar, terapan, dan pengembangan. Dukungan terhadap penelitian dasar diperkuat dengan memfasilitasi para peneliti yang fokus memiliki luaran publikasi,” katanya.