APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman akan melakukan pemetaan sekolah yang dinilai siap menerima vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Pemetaan tersebut dilakukan sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah dan dinas kesehatan setempat.
Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan di Sleman terdapat sekitar 70.000-80.000 anak usia 6-11 tahun yang bersekolah di jenang pendidikan SD. Baik negeri maupun swasta. Disdik, katanya, akan segera melakukan pemetaan vaksinasi bagi mereka.
Pemetaan dilakukan agar saat nanti regulasi dari pemerintah, maka pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SD bisa langsung dilaksanakan. "Kami siapkan dulu dan ketika sudah ada aturannya, kegiatan vaksinasi (usia 6-11 tahun) bisa dilaksanakan. Saat ini kami melakukan koordinasi dengan pihak sekolah maupun Dinas Kesehatan," kata Ery, Rabu (3/11/2021).
BACA JUGA: Update 3 November 2021: Covid-19 di Jogja Melonjak Lagi, Sleman Paling Banyak
Dijelaskan Ery, mekanisme maupun strategi yang dilakukan untuk vaksinasi siswa SD kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan vaksinasi yang diberikan bagi siswa SMP. Di mana siswa akan diminta datang ke sekolah secara bertahap. Berdasarkan pengalaman vaksinasi di tingkat SMP tersebut, kata Ery maka pelaksanaan vaksinasi jenjang SD akan lebih mudah diberikan.
"Saya kira (pelaksanaannya) akan lebih mudah dan cepat, karena (vaksinasi) hanya fokus bagi siswa SD. Kalau siswa SMP awalnya kan digelar berbarengan dengan program vaksinasi masyarakat," katanya.
Menurut Ery, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12-18 tahun sejauh ini sudah tidak menemui kendala. Saat ini, Disdik masih menyelesaikan vaksinasi bagi siswa SMP yang sebelumnya belum tervaksinasi. "Masih ada sekitar 5 persen siswa yang belum divaksin karena pada saat penjadwalan sedang sakit maupun baru terpapar Covid-19 sehingga belum divaksin," katanya.
Terpisah, Ketua Pokja KIPI Sleman Novita Krisnaeni mengatakan meskipu BPOM sudah memberikan rekomendasi untuk pemberian vaksinasi Covid-19 usia 6-11 tahun namun hingga kini kebijakan tersebut belum diputuskan oleh pemerintah. "Belum dimulai, rentetannya panjang, perlu disiapkan usulan logistiknya. Mudah-mudahan segera," katanya.
Hingga kini, lanjut Novi, capaian vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai sekitar 87% dan dosis kedua di atas 60%. Dinkes saat ini mulai menyisir warga yang belum divaksin dan pelaksanaan vaksinasi lebih diperkecil ke lingkup RT. "Jadi yang belum divaksin kami sisir termasuk di sekolah, pedagang pasar dan lainnya. Kami sudah rapatkan di tingkat kapanewon dan puskesmas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.