Genjot Capaian Vaksinasi, Pemkab Bantul Gelar Road Show Vaksin

Ilustrasi Vaksin COVID-19. - FOTO ANTARA /Irwansyah Putra
05 November 2021 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul terus berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok dengan berbagai cara, di antaranya dengan vaksinasi road show ke kelurahan-kelurahan dan padukuhan. Terlebih Bantul salah satu kabupaten yang masih rendah capaian vaksinasinya di DIY setelah Gunungkidul.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho, mengatakan capaian vaksinasi sampai 4 November 2021 ini baru mencapai 619.163 orang atau 80,72% dari total sasaran 767.047 orang untuk dosis pertama. Sementara dosis kedua 508.390 orang atau 66,28% dari total sasaran.

BACA JUGA : Capaian Vaksinasi di 5 Provinsi Ini Masih di Bawa Rata-rata Nasional

Pemkab Bantul menargetkan capaian vaksinasi dosis pertama selesai sampai 100% di akhir tahun. Untuk mencapai target tersebut upaya yang dilakukan adalah dengan strategi mendekatkan lokasi vaksinasi dari yang tadinya dipusatkan di fasilitas layanan kesehatan dan halaman kantor Dinas Kesehatan ke kantor-kantor kelurahan dan padukuhan.

“Kami melakukan road show vaksin ke kelurahan-kelurahan dan padukuhan untuk menggenjot capaian vaksinasi. Target kami sehari bisa mencapai 3.000 orang yang bisa disuntik vaksin,” kata Abednego, saat dihubungi Kamis (4/11).

Selain road show, pelayanan statis vaksinasi atau di kantor Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas juga tetap buka dan melayani vaksinasi bagi warga Bantul. Sementara bagi warga yang kesulitan mobilitas seperti lansia dan disabilitas juga diupayakan tetap terlayani dengan vaksinasi jemput bola, “Kami datangi door to door ke rumah-rumah,” ucap Abednego.

Sementara untuk capaian siswa SD, SMP, dan SMA di Bantul atau usia 12-18 tahun, Abednego memastikan sudah lebih dari 95%. Hanya ada beberapa siswa yang belum itu karena saat akan dilakukan vaksin yang bersangkutan sakit atau terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga urung divaksin.

Lebih lanjut Abednego tidak menampik masih ada warga Bantul yang enggan untuk divaksin karena khawatir menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI. Terhadap warga tersebut pihaknya juga melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan menggandeng berbagai unsur seperti penewu, lurah, dukuh atau kepala dusun, sampai ketua RT.

BACA JUGA : Soal Vaksin untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Bantul Tunggu Surat Resmi Kemenkes

Mereka diminta untuk membantu menjelaskan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman, “Kebanyakan masyarakat yang menolak vaksin bukan tidak mau tapi masih ragu dan takut, takutnya KIPI vaksin setelah disuntik malah jadi demam, walaupun sebenarnya sangat kecil terjadi. Butuh waktu untuk memberikan pemahaman,” kata dia.

Selain sosialisasi langsung yang dilakukan berbagai unsur, pihaknya juga mensosialisasikan di berbagai media sosial. Harapannya yang masih ragu-ragu untuk vaksin segera sadar dan mau untuk divaksin.