Molor Empat Bulan, Pembangunan Talut Baron Akhirnya Rampung

Pengunjung di Pantai Baron saat menikmati pemandangan pantai dari talut yang dibangun menggunakan dana rehab rekonstruksi Badai Cempaka di BPBD Gunungkidul. foto diambil Rabu (3/11/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
07 November 2021 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Pembangunan talut senilai Rp2,8 miliar di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari akhirnya selesai dikerjakan. Proyek ini seharusnya selesai pada 27 Juni lalu, namun dikarenakan sejumlah kendala akhirnya molor sekitar empat bulan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, ada kemoloran pembangunan talut di Pantai Baron. Sesuai kontrak dengan rekanan disepakati penyelesaian pekerjaan rampung pada akhir Juni, namun kesepakatan tersebut meleset karena pengerjaan selesai belum lama ini atau membutuhkan perpanjangan sekitar empat bulan.

BACA JUGA : Proyek Talut Pantai Baron Rp2,8 Miliar Bermasalah

“Sekarang sedang proses serah terima pekerjaan,” kata Edy, Minggu (7/11/2021).

Menurut dia, meski waktu telah habis, pemkab memberikan kesempatan menyelesaikan dengan perpanjangan waktu pengerjaan. Dispensasi waktu ini juga dibarengi adanya denda kepada rekanan.

Meski demikian, Edy mengaku tidak hafal berkaitan dengan jumlah denda yang harus dibayarkan. “Yang penting sudah selesai dan konsekuensi dari molornya pembangunan juga telah diberikan sanksi denda,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan Talut Baron senilai Rp2,8 miliar merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi akibat dari terjangan Badai Cempaka pada akhir 2017 lalu. Untuk itu, pemkab mendapatkan alokasi sekitar Rp75 miliar yang digunakan dalam program pemulihan.

Adapun perbaikan sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Pada saat itu ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan 94 rumah, rehab SD, perbaikan talut TPAS Baleharjo, pembangunan Dam parit di Ngeposari. Selain juga digunakan membangun Jembatan Tahunan di Kapanewon Paliyan dan Jembatan Mojorejo di Kalurahan Katongan, Nglipar.

Proses rehab dilanjutkan di 2020 dengan membangun tiga jembatan meliputi Jelok di Kapanewon Patuk serta Jembatan Jeruklegi dan Teleng di Kapanewon Nglipar. Selain itu, juga dilaksanakan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari. sedangkan di tahun ini ada pembangunan talut di Pantai Baron.

BACA JUGA : Cegah Abrasi, Pantai Baron Dibangun Talut

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Talut Baron, Handoko mengatakan, pembangunan tidak sesuai dengan jadwal dikarenakan sejumlah faktor. Selain adanya gangguan alam, berupa gelombang tinggi sehingga menghentikan pengerjaan, permasalahan lain juga disebabkan prestasi dari rekanan yang belum sesuai harapan.

“Memang ada kendala. Misal adanya gelombang tinggi mengakibatkan pembangunan terpaksa dihentikan sementara waktu. Sedangkan kinerja dari rekanan juga kurang bagus sehingga mengakibatkan target pengerjaan menjadi molor,” katanya.