Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Pengunjung Pantai Baron terlihat menyeberang di atas buis beton yang dipasang untuk pembangunan talut, guna mengurangi risiko abrasi, Sabtu (15/5/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Pemkab Gunungkidul membangun talut senilai Rp2,8 miliar di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Diharapkan talut ini bisa mengurangi kerusakan akibat abrasi di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, pembangunan talut sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ditargetkan pada akhir Juni pembangunan bisa diselesaikan dan talut bisa berfungsi sesuai dengan semestinya. “Sudah mulai dipasang bis beton untuk dasaran talut,” kata Edy, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA : Pantai Baron Batal Ditata Tahun Ini
Dia menjelaskan, di Pantai Baron sudah ada talut yang dibangun. Namun demikian, kondisinya ada yang rusak karena abarasi air laut. Pemkab pun berupaya mengurangi risiko ini dengan membangun talut setinggi sekitar 3,6 meter.
“Bis beton yang tertanam nantinya akan dicor dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Saya kurang hapal, tapi kalau tidak salah anggarannya mencapai Rp2,8 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkan Edy, Pantai Baron memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan adanya sungai bawah tanah yang alirannya bisa berubah-ubah setiap waktunya. “Kadang bisa mengalir ke timur, tapi kadang langsung mengalur ke selatan menuju laut,” kataya.
Menurut dia, pada saat alur sungai bawah tanah mengalir ke timur bisa memicu terjadinya abrasi. Selain itu, ancaman abrasi juga dapat dipicu adanya kenaikan tinggi gelombang air laut. “Jadi biar aman dibangun talut baru lagi. Mudah-mudahan pembangunan bisa selesai tepat waktu,” katanya.
BACA JUGA : Danau Kecil Muncul di Pantai Baron, Apa Penyebabnya
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kondisi abrasi di Pantai Baron sudah parah. Hal ini dikarenakan sudah sampai merusak bangunan, baik talut maupun emperan tempat pelelangan ikan. “Sudah ada program pembangunan lagi, tapi hingga sekarang belum selesai,” katanya.
Marjono berharap pembangunan ini bisa cepat selesai dan talut bisa berfungsi untuk mengurangi risiko kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi. “Semua bermula dari dampak dari badai cempaka di 2017 lalu, kondisinya memang butuh perbaikan agar ancaman abarasi bisa dikurangi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Real Madrid menjamu RB Leipzig di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, hasil laga sebelumnya, dan peluang kedua tim.