Guru Positif Covid-19 Nekat Mengajar TPA, Enam Santri Tertular

Ilustrasi. - Freepik
08 November 2021 12:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, SANDEN--Tak melaksanakan isolasi mandiri, seorang guru terkonfirmasi positif Covid-19 justru mengajar ngaji puluhan anak. Dampaknya enam santri terpapar, sembilan prang kontak erat lainnya dinyatakan positif Covid-19.

Panewu Sanden Bantul, Deni Ngajis Hartono pada Senin (8/11) menjelaskan kronologi klaster TPA di Kalurahan Srigading bermula saat salah satu guru yang telah terkonfimasi positif Covid-19 nekat mengisi kajian. Sang pengajar sebelumnya menjalani tracing dari klaster SMK Sedayu.

BACA JUGA : Soal Klaster Takziah di Bantul Meluas, Ini Jawaban Sultan

"Itu sebetulnya bukan kasus baru, tetapi merembet dari kasusnya SMK Sedayu. Jadi berawal dari salah satu warga kami yang guru SMK itu dari kontak eratnya kan dinyatakan positif. Tetapi ya memang nyuwun sewu, salah satu guru itu memang termasuk orang yang rada ngeyel ibaratnya," katanya

Pasca dinyatakan positif, sore harinya pengajar yang bersangkutan tak melaksanakan isolasi mandiri dan justru memberikan kajian kepada puluhan anak-anak santri TPA. "Sebelum diisolasi mandiri dia tuh sempat masih mengajar TPA di rumahnya. Waktu itu sebetulnya hasilnya baru muncul, tetapi sudah tahu sebetulnya. Tetapi waktu itu sebelum ada perintah diisolasikan di RSKL Bambanglipuro," tandasnya.

Ditegaskan Deni, saat mengajar guru yang bersangkutan sudah dinyatakan positif karena telah ada notifikasi dari Puskesmas. "Tetapi ternyata sorenya masih mengajar," imbuhnya.

Akibatnya sekitar 25 santri TPA yang ikut ngaji masuk dalam tracing. Dari pemeriksaan PCR enam santri TPA dinyatakan poaitif Covid-19 pada 3 November 2021. Dari situ sembilan kontak erat lainnya juga dinyatakan positif Covid-19. Pasca kasus-kasus tersebut, aktivitas pengajian di TPA di Srigading dihentikan.

Keenam murid TPA merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD). Namun Deni belum mendapat laporan adanya sebaran kasus di sekolah dari klaster TPA ini. "Kalau sekolah belum ada [yang ditutup]. Karena tidak ada yang klaster sekolah di wikayah kita. Alhamdulilah sementara ini sekolahan kita aman," tandasnya.

Sebaran kasus akibat pasien Covid-19 yang ngeyel menjalani isolasi bukan yang pertama di Sanden. Sebelumnya warga positif Covid-19 di Sanden nekat melakukan senam yang menyebabkan kasus menyebar.

Atas kejadian-kejadian pasien ngeyel, Deni menyebutkan bahwa pihak Kapanewon sebenarnya telah bersifat tegas. "Sebetulnya kita itu sudah tegas memberikan edukasi," ujarnya.

BACA JUGA : Cegah Meluasnya Klaster Takziah, Ini yang Dilakukan Satgas

"Sementara ini kita cuma edukasi kepada warga bahwa mohon lah untuk saat ini memang kalau ngeyel untuk diri sendiri jangan untuk orang lain. Cuma edukasi saja, kalau untuk ketegasan harapannya setelah dinyatakan positif harus tidak keluar seandainya isolasi mandiri di rumah," ucapnya.

Dijelaskan Deni saat ini proses tracing masih terus dilakukan. "Kalau tracingnya masih jalan, lha ini enggak tahu sampai kapan. Karena nanti kan berlanjut dari ini terus ke situ ke situ terus, tapi semoga berhenti," tegasnya.

Lurah Srigading, Prabawa Suganda membenarkan adanya kasus di salah satu TPA di wilayahnya. "Itu klaster SMK Sedayu terus merembet ke Srigading. Khusus di ring satu itu di Padukahan Tinggen dan Bonggalan ini baru saya koordinasikan dengan pak dukuh. Kita masih zona kuning dan oranye belum merah," tandasnya.