Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026, Berawan
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN--Anggota Komisi III F-NasDem DPR RI, Subardi mendesak investigasi atas penyiksaan keji di Lapas Narkotika kelas II-A Yogyakarta, di Pakem, Sleman tak boleh berhenti.
Investigasi wajib dilakukan oleh sejumlah instansi, antara lain Komnas HAM menyangkut pelanggaran HAM, Kepolisian untuk menelusuri bukti-bukti yang mengarah kepada tindak pidana, Ombudsman terkait penyelenggaraan administrasi, LPSK untuk melindungi dan memulihkan kondisi korban, serta Kementerian Hukum dan HAM untuk pemeriksaan internal hingga sanksi pemecatan.
“Investigasi harus menyeluruh dan hasilnya disampaikan kepada publik. Saya harap ada tindakan tegas mulai dari aspek pidana maupun sanksi kepegawaian,” kata legislator asal Sleman itu, Rabu (10/11/2021).
BACA JUGA : Penyiksaan di Penjara Selaman, Kemenkumham Klaim sudah Ambil Tindakan Tegas
Saat ini Kanwil Kemenkum HAM DIY telah menarik 5 orang sipir yang diduga pelaku penyiksaan. Sementara Komnas HAM juga telah menerima aduan dari korban. Pendampingan kepada korban juga terus dilakukan oleh Komnas HAM.
“Apa yang dilakukan sipir atau petugas lapas adalah pelanggaran HAM. Kalapas harus tanggung jawab. Jangan lagi dibantah bahwa di lapas semua tertib, seakan-akan tidak ada peristiwa tersebut. Ini sudah jelas korbannya ada, bekas siksaannya [di tubuh korban] ada, laporannya ada, kronologi hingga detail siksaannya sudah diungkap korban,” tambah Ketua DPW NasDem DIY itu.
Subardi mendesak, investigasi segera dilakukan dan hasilnya disampaikan ke publik. Bila dibiarkan berlarut, ia khawatir kasus penyiksaan keji akan dibiarkan begitu saja, sementara korban akan merasakan efek trauma berkepanjangan.
“Yang paling penting investigasi harus berjalan cepat. Kalau diulur-ulur nanti kasusnya hilang lenyap. Tidak ada evaluasi, tidak ada sanksi. Kasus ini sangat keji, para korban diperlakukan tidak manusiawi. Mereka merasakan depresi, serangan mental dan trauma berkepanjangan,” jelas Subardi.
Sebelumnya, sekelompok warga binaan di Lapas Narkotika Sleman melaporkan kasus ini ke Ombudsman DIY, Senin, 1/11/2021. Vincentius Titih Gita Arupadatu, salah seorang korban menuturkan, peristiwa tersebut berupa penganiayaan, diinjak-injak, dan dikurung dalam sel kering selama lima bulan.
BACA JUGA : Lapas Sudah Penuh, DPR Sambut Baik Keputusan Pecandu Narkoba Cukup Direhabilitasi
Para korban juga menyaksikan pelecehan seksual berupa pemaksaan masturbasi di depan banyak orang menggunakan timun isinya dibuang, diisi sambal, dan disuruh masturbasi. Lalu mereka dipaksa memakan timunnya. Jenis hukuman lainnya ada terpidana yang dtelanjangi di hadapan banyak petugas dan disiram air.
Tak hanya Vincentius, korban lainnya bernama Yunan Afandi, mengaku pernah dimasukan sel sempit dengan kapasitas lima orang, namun diisi 17 orang. Peristiwa itu membuatnya sempat lumpuh selama dua bulan. Yunan merupakan terpidana kasus Narkotika yang divonis penjara sejak tahun 2017 hingga 2021, sedangkan kasus yang dialaminya terjadi pada tahun 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.