Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN--Anggota Komisi III F-NasDem DPR RI, Subardi mendesak investigasi atas penyiksaan keji di Lapas Narkotika kelas II-A Yogyakarta, di Pakem, Sleman tak boleh berhenti.
Investigasi wajib dilakukan oleh sejumlah instansi, antara lain Komnas HAM menyangkut pelanggaran HAM, Kepolisian untuk menelusuri bukti-bukti yang mengarah kepada tindak pidana, Ombudsman terkait penyelenggaraan administrasi, LPSK untuk melindungi dan memulihkan kondisi korban, serta Kementerian Hukum dan HAM untuk pemeriksaan internal hingga sanksi pemecatan.
“Investigasi harus menyeluruh dan hasilnya disampaikan kepada publik. Saya harap ada tindakan tegas mulai dari aspek pidana maupun sanksi kepegawaian,” kata legislator asal Sleman itu, Rabu (10/11/2021).
BACA JUGA : Penyiksaan di Penjara Selaman, Kemenkumham Klaim sudah Ambil Tindakan Tegas
Saat ini Kanwil Kemenkum HAM DIY telah menarik 5 orang sipir yang diduga pelaku penyiksaan. Sementara Komnas HAM juga telah menerima aduan dari korban. Pendampingan kepada korban juga terus dilakukan oleh Komnas HAM.
“Apa yang dilakukan sipir atau petugas lapas adalah pelanggaran HAM. Kalapas harus tanggung jawab. Jangan lagi dibantah bahwa di lapas semua tertib, seakan-akan tidak ada peristiwa tersebut. Ini sudah jelas korbannya ada, bekas siksaannya [di tubuh korban] ada, laporannya ada, kronologi hingga detail siksaannya sudah diungkap korban,” tambah Ketua DPW NasDem DIY itu.
Subardi mendesak, investigasi segera dilakukan dan hasilnya disampaikan ke publik. Bila dibiarkan berlarut, ia khawatir kasus penyiksaan keji akan dibiarkan begitu saja, sementara korban akan merasakan efek trauma berkepanjangan.
“Yang paling penting investigasi harus berjalan cepat. Kalau diulur-ulur nanti kasusnya hilang lenyap. Tidak ada evaluasi, tidak ada sanksi. Kasus ini sangat keji, para korban diperlakukan tidak manusiawi. Mereka merasakan depresi, serangan mental dan trauma berkepanjangan,” jelas Subardi.
Sebelumnya, sekelompok warga binaan di Lapas Narkotika Sleman melaporkan kasus ini ke Ombudsman DIY, Senin, 1/11/2021. Vincentius Titih Gita Arupadatu, salah seorang korban menuturkan, peristiwa tersebut berupa penganiayaan, diinjak-injak, dan dikurung dalam sel kering selama lima bulan.
BACA JUGA : Lapas Sudah Penuh, DPR Sambut Baik Keputusan Pecandu Narkoba Cukup Direhabilitasi
Para korban juga menyaksikan pelecehan seksual berupa pemaksaan masturbasi di depan banyak orang menggunakan timun isinya dibuang, diisi sambal, dan disuruh masturbasi. Lalu mereka dipaksa memakan timunnya. Jenis hukuman lainnya ada terpidana yang dtelanjangi di hadapan banyak petugas dan disiram air.
Tak hanya Vincentius, korban lainnya bernama Yunan Afandi, mengaku pernah dimasukan sel sempit dengan kapasitas lima orang, namun diisi 17 orang. Peristiwa itu membuatnya sempat lumpuh selama dua bulan. Yunan merupakan terpidana kasus Narkotika yang divonis penjara sejak tahun 2017 hingga 2021, sedangkan kasus yang dialaminya terjadi pada tahun 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam menguru
Prakiraan cuaca DIY Jumat 21 Agustus 2026: udara kabur di Kulonprogo, Sleman, dan Kota Jogja. Bantul cerah, Gunungkidul berawan. Suhu 21-32°C. Cek selengk
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah DIY. BMKG menyebut gempa dangkal itu dipicu aktivitas Sesar Opak.
Pendaftaran CPNS 2026 sekolah kedinasan dibuka Agustus. Simak 5 channel YouTube gratis untuk belajar TIU, TWK, TKP, SKD hingga SKB.