Gara-Gara Klaster Takziah Sedayu Bantul, 8 Kalurahan di Sleman Masuk Zona Merah

Ilustrasi - Freepik
10 November 2021 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Delapan kelurahan di Sleman masuk zona merah Covid-19. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan peningkatan jumlah kasus terjadi akibat klaster takziah di Sedayu Bantul.

Berdasarkan data peta epidemiologi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman per 7 November 2021, terdapat delapan kalurahan berzona merah Covid-19, meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu dan Sumbersari di Kapanewon Moyudan; Kalurahan Lumbungrejo, Merdikorejo, Pondokrejo di Kapanewon Tempel; dan Caturtunggal di Kapanewon Depok. "Bertambahnya zona merah di Sleman ini, salah satunya dipengaruhi klaster takziah di Sedayu,” katanya, Rabu (10/11/2021).

BACA JUGA: Buntut Klaster Takziah Sedayu, Pembelajaran Tatap Muka di DIY Dibatasi 2,5 Jam

Selain itu, terdapat lima kalurahan di Sleman yang masuk dalam zona oranye (tingkat penularan sedang). Lima kalurahan itu adalah  Banyurejo, Pakembinangun, Purwomartani, Sukoharjo serta Umbulharjo. Selanjutnya, 25 kalurahan lain masuk dalam zona hijau dan 48 lainnya masuk dalam zona kuning (tingkat penularan rendah).

Sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama,  mengatakan jumlah warga Sleman yang masuk Klaster Takziah Sedayu bertambah dari sebelumnya 69 kasus menjadi 75 kasus. Penambahan enam kasus tersebut merupakan hasil dari tracing puskesmas terhadap kontak erat masing-masing pasien.

Ke-75 pasien yang positif Covid-19 tersebut tersebar di enam kecamatan (kapanewon). Kapanewon Gamping dengan 17 kasus, Godean 32 kasus, Minggir 6 kasus, Moyudan 12 kasus, Seyegan 7 kasus dan Depok 1 kasus.  

Data peta epidemologi yang dirilis oleh Dinkes Sleman berbeda dengan data yang dirilis Pendiri Laboratorium Statistik Terapan RoomStat, Budhi Handoyo Nugroho. Berdasarkan data RoomStat, per 7 November, dari 17 kapanewon di Sleman, 7 kapanewon masuk zona merah. Masing-masing Kapanewon Gamping, Godean, Seyegan, Moyudan, Minggir, Cangkringan dan Prambanan.

Menurutnya, peningkatan kasus di Sleman terjadi mulai 3 November di sisi barat Sleman sebagai imbas dari klaster takziah. Dia mencatat, pada awal November terdapat lima kapanewon di Sleman yang masuk zona merah.

"Per 3 November kasus harian penularan Covid-19 di Sleman tembus batas level community transmission (CT) 2. Masifitas penyebarannya baru bisa dilihat setelah 14 hari ke depan. Segala kemungkinan bisa terjadi," katanya.