Petugas Lapas Wirogunan Dibekali Mitigasi Bencana

Petugas Lapas Wirogunan saat mempraktikkan evakuasi korban bencana dalam pelatihan manajemen kebencanaan di Lapas setempat, Sabtu (14 - 11). Dok. Lapas Wirogunan Jogja.
15 November 2021 06:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, MERGANGSAN--Lapas Kelas IIA Wirogunan Jogja menggandeng BPBD Kota Jogja melakukan pelatihan penanggulangan dan mitigasi bencana bagi petugas Lapas setempat. Pelatihan dilakukan selama dua hari bertempat di Lapas Wirogunan yang melibatkan petugas dari BPBD Kota Jogja.

Kepala Lapas Wirogunan Jogja, Arimin menerangkan, pelatihan digelar pada Jumat dan Sabtu (12-13/11) yang bertema "Penguatan Kapasitas Relawan Tanggap Bencana." Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka optimalisasi Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Pemasyarakatan.

BACA JUGA : Investigasi Kasus Dugaan Penyiksaan di Lapas Pakem Berlanjut

"Pelatihan ini dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Jogja, dengan meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas," kata Arimin, Minggu (14/11/2021).

Dia menyebut, pelatihan akan memberikan pemahaman kepada petugas Lapas berkaitan dengan risiko dan peta kebencanaan di lingkungan Lapas. Mereka diajarkan mengenai teori dasar kebencanaan dan cara mengatasinya.

"Kepada para petugas Lapas yang memperoleh pelatihan, patut bersyukur karena tidak semua mendapat kesempatan ini. Dan nanti seandainya terjadi bencana, semoga saja tidak ya, dengan pelatihan ini harapannya dapat mengurangi risiko dan sudah bisa mengambil langkah yang terbaik," ucap Arimin.

BACA JUGA : Pemerintah Janji Bersihkan Lapas Narkotika di Sleman

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto menyampaikan, dalam pelatihan itu pihaknya membekali petugas Lapas dengan pemahaman soal simulasi dan pemetaan peta jalur evakuasi serta titik kumpul saat terjadinya bencana.

Kegiatan pelatihan juga menyimulasikan evakuasi korban bencana ketika terjadi gempa bumi. Sebanyak 30 orang petugas mempraktikkan materi yang didapat pada hari itu. Adapun yang dipraktikkan pada pelatihan itu yakni manajemen komunikasi, SOP komunikasi, pembagian tim, teknik pengangkutan korban dengan tandu atau penanganan korban, penentuan titik kumpul, dan pemetaan jalur evakuasi.