Belum 6 Bulan, Joglo Taman Budaya Gunungkidul Senilai Rp147 Miliar Sudah Bocor

Sejumlah pekerja terlihat sedang meperbaiki atap joglo Taman Budaya yang mengalami kebocoran, Rabu(17/11/2021) - Harian Jogja/David Kurniawan
17 November 2021 19:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan Taman Budaya (TBY) Gunungkidul menelan anggaran sebesar Rp147 miliar dan telah selesai dikerjakan pada Juni lalu. Meski demikian, belum genap berusia enam bulan sudah ada kerusakan mulai dari atap joglo bocor, saluran pembuangan AC rembes hingga tidak lancarnya drainanse di area parkiran.

Adanya kebocoran di Joglo Taman Budaya sudah mulai ditangani karena terlihat sejumlah pekerja melakukan perbaikan pada Rabu (17/11/2021). Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya, Eko Nur Susilo saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik adanya kebocoran di joglo. Hasil dari pemeriksaan diketahui bahwa pemasangan genteng yang kurang rapi sehingga mengakibatkan atap bocor.

Menurut dia, upaya perbaikan telah dilakukan oleh rekanan karena proses masih dalam pemeliharaan. Adapun bangunan Taman Budaya telah selesai dikerjakan pada Juni lalu. “Masih dalam masa pemeliharaan sehingga saat ada yang belum pas langsung diperbaiki oleh rekanan. Rencananya, masa pemeliharaan berakhir pada 13 Desember mendatang,” katanya saat dihubungi, Rabu siang.

Eko menungkapkan, bocornya atap joglo bukan satu-satunya temuan. Pasalnya, belum lama ini juga ditemukan adanya kebocoran di saluran pembuangan AC di depan auditorium di lantai tiga Taman Budaya. Selain itu, juga ada permasalahan saluran drainase di parkiran sehingga air tidak terbuang dengan lancar.

“Sudah kami laporkan ke rekanan dan juga sudah diperbaiki,” katanya.

Disinggung mengenai aset, Eko mengakui hingga sekarang masih menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Sedangkan, UPT masih dalam proses pinjam pakai untuk mengoperasionakan Taman Budaya.

“Sekarang baru serah terima pertama. Nanti setelah masa pemeliharaan berakhir akan diserahterima kedua ke PPK. Setelah itu, diserahkan ke pengguna anggaran [Kundha Kabudayaan] yang kemudian sepenuhnya dikelola UPT,” katanya.

BACA JUGA: Dituding Rangkap Jabatan, Gibran Tegaskan Sudah Tidak Aktif di Perusahaan

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ismail Ishom mengatakan, Taman Budaya merupakan bangunan yang paling megah yang dimiliki pemkab. Hal ini terlihat dari bentuk bangunan yang berdiri di area lahan yang luasnya hampir mencapai tiga hektare. Sedangkan dari sisi pembiayaan, juga membutuhkan alokasi anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Meski demikian, ia memberikan catatan karena Taman Budaya rentan menjadi bangunan yang mangkrak. Terlebih lagi, untuk pemeliharaan juga membutuhkan biaya yang besar. “Harus dijaga dan dirawat sehingga tidak ada kesan mangkrak,” katanya.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyata dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan, proses pembangunan sudah dimulai di 2018 lalu. Di tahap kesatu, dialokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar.

Meski demikian, sambung dia, pembangunan ini masih tahap awal karena dilanjutkan di 2019 dengan alokasi anggaran yang lebih besar. total dana pembangunan mencapai Rp132 miliar untuk menyelesaikan Taman Budaya.

“Pembangunan menggunakan skema multiyears dan telah selesai di Juni lalu,” katanya.