Forum Penyuluh Antikorupsi Pak Siji DIY Gelar Pentas Kolaborasi Budaya Jogja & Minang

Forum Penyuluh Antikorupsi Pak Siji DIY Gelar Pentas Kolaborasi Budaya Jogja & Minang. - Ist.
22 November 2021 06:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Forum Penyuluh Antikorupsi Pak Siji (Sahabat Integritas Jogja Istimewa) DIY dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 menyelenggarakan kegiatan Pentas Kolaborasi Budaya Jogja & Minang dengan tema  Menggelorakan Semangat Antikorupsi melalui Seni Budaya: Korupsi bukan Budaya. Kegiatan itu bekerja sama dengan KPK-RI, Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Dikpora DIY, Angkringan BDK Yogyakarta, Sanggar Arum Pemanahan, Sumbar Talenta (Sumatera Barat), APA YA (Asosiasi Penyair Anti Korupsi Yes Action).

Master Totok Suharto menjelaskan acara ini lebih dari 70 penonton mengikuti acara ini dengan antusias baik secara offline di Aula Dinas Dikpora DI. Yogyakarta maupun secara online melalui Facebook PAK SIJI. Semoga ini jadi motivasi antikorupsi terhadap masyarakat dan pelestarian budaya Yogyakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya,

“Pentas budaya dari Jogja yang ditampilkan adalah karawitan dari Sanggar Arum Pemanahan, Tembang Macapat ataupun Parikan oleh PAK SIJI. Sajian syair dan tari dari Sumber Talenta, Sumber Talenta ini adalah sebuah wadah untuk generasi muda milenial se Sumatra Barat yang memiliki Talenta dan berprestasi , mereka dikumpulkan dari kompetisi dan pemenangnya menjadi duta seni Indonesia, Sumbar Talenta menyajikan Menyanyi lagu-lagu Antikorupsi, petatah petitih, tari dan peragaan baju Minang.Sementara sajian puisi antikorupsi diadirkan oleh APA YA,” katanya dalam rilisnya, Minggu (21/11/2021).

Pemda DIY yang diwakili Staff Ahli Gubernur Bagian Pemerintahan menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Selain menjadi ajang silaturrahim, juga menjadi sarana edukasi dalam pemberantasan korupsi yang identik dengan upaya HamemayuHayuning Bawana, Ambrasta Dur Angakara, Memberantas angkara murka. Karena angkara murka dan kejahatan korupsi pasti akan membawa maalpetaka dan terbongkar juga pada akhirnya, Bilalang Indak Manjadi Alang, Picak-picak Inndak Jadi Kuro-kuro, Walau disapuah Ameh Lancuan, Kilek Loyang Kan Tampak Juo.

Dian Laksmi Pratiwi Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam sambutannya meyampaikan komitmen  Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) dalam melakukan aksi-aksi pelestarian nilai-nilai bidaya kepada masyarakat baik dalam bentuk sosialisasi, edukasi, pengkajian, iklan layanan masyarakat publikasi dan pelatihan tata nilai di desa-desa budaya di DIY.

“Komitmen pemberantasan korupsi melalui penguatan mentalitas budaya ini akan terus senantiasa dilakukan terus menerus melakukan berbagai kolaborasi dengan banyak lembaga maupun masyarakat secara langsung,” katanya.

Perwakilan dari KPK dihadiri Bapak Brigjen Pol. Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, dalam sambutannya mengingatkan  harus semangat karena menggelorakan budaya anti korupsi, acara ini dalam rangkaian Hakordia dengan tema Bersatu padu membangun budaya anti korupsi.

“Korupsi adalah musuh utama kita, masalah utama Negara kita dan kejahatan luar biasa, maka penanganannya harus luar biasa tidak hanya oleh KPK, tetapi dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Untuk melakukan pemberantasan korupsi, sehingga diharapkan Indonesia Bebas dari Korupsi,” ujarnya.