Belum Dibahas, Beban Berat Ringroad setelah Tol Jogja Solo Beroperasi

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - Solopos.com/Ponco Suseno
22 November 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Perhubungan (Dishub) DIY sudah mengusulkan ke Pusat untuk membahas potensi dan beban berat jalan ring road jika tol Jogja-Solo beroperasi. Namun hingga kini, Pusat belum membahas masalah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan status jalan Ring Road merupakan jalan nasional dan hal itu menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan [Kemenhub]. "Jadi kewenangan nasional tidak kami bahas kecuali yang berimpitan dengan jalan provinsi," kata Made saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (21/11).

BACA JUGA : Tol Jogja-Solo Seksi Kartasura-Purwomartani Selesai 

Hanya saja, lanjut Made, Pemda DIY sudah merespon pengembangan jalan tol Jogja Solo dengan membangun jalan baru di exit tol Bokoharjo, Prambanan. Ruas jalan yang dimaksud adalah jalan yang menghubungkan Prambanan ke Gunungkidul. "Kami sudah usulkan ke Kemenhub untuk membahas soal ring road tapi belum ada rencana. Termasuk membahas jalan-jalan sirip di ring road," katanya.

Pemda DIY sudah memprediksi bertambahnya volume kendaraan yang akan melewati ring road jika tol Jogja-Solo seksi 1 beroperasi pada 2023 mendatang. Hanya saja, berapa penambahan jumlah kendaraannya masih belum dihitung. Sebab pembahasan soal tersebut menjadi kewenangan Pusat karena status jalan ring road merupakan jalan nasional.

BACA JUGA : Kaya Mendadak karena Tol Jogja-Solo, Puluhan Warga

"Pemda sudah berfikir ke arah sana [membahas soal ring road setelah tol beroperasi]. Kami terus lakukan komunikasi dan koordinasi juga selalu kami lakukan dan pembahasannya berdasarkan skala prioritas," katanya.