RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Warga menunjukkan jalan ambrol yang belum diperbaiki pada Selasa (23/11/2021)/Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL- Pasca-ambrol beberapa pekan lalu, akses jalan taluT di jurang Bodon, Jagalan, Banguntapan belum pulih sampai saat ini. Hujan yang masih sering kali turun mengguyur kawasan tersebut membuat dinding talut makin merosok ke arah sungai.
Warga yang tinggal di dekat lokasi talut, Ning mengungkapkan pasca-jalan di atas talut ambrol, dinding talut kian melebar saat hujan deras. Tidak adanya jalan keluar air dari atas ke arah sungai membuat air hujan yang jenuh di tanah mendorong dinding talut.
"Kemarin lumayan tenteram pasca dipasangi bagor dan terpal. Tapi ini hujannya malah deras lagi hampir tiap hari," ujar Ning pada Selasa (23/11/2021).
Sebenarnya material perbaikan yang lebih permanen sudah tiba di lokasi. Nampak batu-batu besar telah disiapkan di dua tepi sisi sungai. Sayangnya pengerjaan proyek belum juga mulai sementara kerusakan makin parah.
BACA JUGA: Update 23 November 2021: Kasus Covid-19 di DIY Bertambah 15, Cek Data Lengkapnya
"Kalau kemarin rencana mau secepatnya [dibangun]. Tapi kok ternyata mundur-mundur [pengerjaannya]," tambahnya.
Ning menyebut alasan tertundanya pengerjaan karena aliran sungai yang banjir saat hujan. Meski kawasan Jagalan terang, bila wilayah utara hujan deras luapan air akan tinggi di sekitar lokasi jalan ambrol, sehingga proses perbaikan tertunda.
Padahal menurut pengamatan Ning, hujan deras membuat dinding talut makin ke arah luar. "Bukan karena air dari sungai, tapi air dari jalan. Makin lebar. Sudah tiga pekan tidak bisa digunakan," tandasnya.
Ning berharap proses perbaikan bisa segera dilaksanakan. Pasalnya jalan yang ambrol merupakan jalam vital bagi warga sekitar, sementara akses jalan memutar cukup curam dilewati.
"Harapannya bisa segera digarap. Kasihan yang lewat itu lho. Soalnya jalan yang dari Darakan itu curam sekali, kalau para ibu-ibu enggak berani. Ngeri kalau ibu-ibu," tuturnya.
Sebelumnya Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli menyampaikan penggarapan jalan ambrol di jurang Bodon kemungkinan bakal dikerjakan pekan ini. Rencananya pengerjaan akan menggunakan sistem bronjong kemudian diatasnya dibangun talud. Perbaikan jalan ambrol di jurang Bodon disebutkan Agus bakal memakan anggaran hingga Rp198 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Gojek mulai menerapkan biaya pembatalan GoCar Rp3.000 di sejumlah kota. Simak syarat, mekanisme, dan ketentuan lengkapnya.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.