Mobil Brimob Tertabrak KA Bandara di Pelintasan Tanpa Penjagaan
Mobil dinas Brimob dan KA Bandara mengalami kecelakaan di Sedayu, Bantul. Polda DIY memastikan tidak ada korban maupun gangguan operasional.
Proses penandatanganan perjanjian kerja sama pelayanan akta kelahiran antara Disdukcapil Bantul dan RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede pada Selasa (23/11/2021)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menandatangi perjanjian kerja sama pelayanan akta kelahiran bersama RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Jogja. Penandatanganan nota kerja sama ini diharapkan menyukseskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) kependudukan.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan data penduduk Bantul di pertengahan 2021 mencapai 944.708 orang. Jumlah tersebut belum termasuk dengan penduduk yang belum ber-KTP Bantul. "Sehingga kami juga mengapresiasi upaya kita ini membuahkan hasil yang positif dalam meningkatkan cakupan kepemilikan akta kelahiran melalui kerja sama ini," tutur Bambang pada Selasa (23/11/2021).
Peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran melalui kerja sama antara RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede dengan Disdukcapil Bantul diharapkan bisa terus berlanjut. "Saya berharap nanti nota kerja sama ini kita tandatangani kembali dan lebih meningkatkan lagi jangkauan pelayanan kita sehingga bisa lebih menyejahterakan masyarakat," tambahnya.
"Ini sudah sesuai dengan platformnya. Jadi memang GISA juga bergerak dari rumah sakit ke rumah sakit. Agar lebih mendekatkan kepada masyarakat," ujarnya.
Implementasi keberhasilan kerja sama ini dijelaskan Bambang dapat menjadi barometer agar elemen lainnya juga bergerak bersama-sama dalam mewujudkan gerakan sadar adminduk. "Memang penduduk atau manusia yang hidup di suatu wilayah itu tidak mungkin lepas dari masalah adminduk," imbuhnya.
Baca juga: Sepi! Tidak Ada Perayaan Pergantian Tahun di Sleman
"Kerja sama ini sangat positif dampaknya, karena memang akan meningkatkan program nasional cakupan kepemilikan akta kelahiran anak. Akhirnya hak sipil anak dapat dipenuhi. Warga tidak harus ke Disdukcapil mengurus akta, tapi bisa langsung dilayani di rumah sakit," terang Bambang.
Agar memudahkan pelayanan, Bambang menuturkan akan berusaha mendekatkan layanan Dukcapil ke masyarakat bisa memangkas memangkas banyak aspek. "Jadi kita dekatkan layanan lebih dekat lagi. Agar waktu dan jarak bisa terpangkas dan," tukasnya.
Direktur RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Cicih Wahyu Adiningsih, berterima kasih atas kepercayaan Disdukcapil Bantul dalam pelayanan akta kelahiran. "Disdukcapil sudah mempercayakan dan memperpanjang perjanjian kerja sama. Ini yang kedua perpanjang MoU pembuatan akta kelahiran," tuturnya.
Selama satu tahun ini Cicih menyebutkan pembuatan akta kelahiran penduduk Bantul di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede belum begitu banyak. Dari 40-60 persalinan, baru 50 persennya yang membuat akta kelahiran langsung di rumah sakit.
"Laporannya sudah rutin kita lakukan. Semoga MoU penandatangan akta kelahiran ini ke depannya bisa terjalin untuk meningkatkan layanan kepada pasien," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil dinas Brimob dan KA Bandara mengalami kecelakaan di Sedayu, Bantul. Polda DIY memastikan tidak ada korban maupun gangguan operasional.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.