Operasi Patuh Progo 2026 Dimulai, 12 Pelanggaran Jadi Sasaran
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Proses penandatanganan perjanjian kerja sama pelayanan akta kelahiran antara Disdukcapil Bantul dan RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede pada Selasa (23/11/2021)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menandatangi perjanjian kerja sama pelayanan akta kelahiran bersama RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Jogja. Penandatanganan nota kerja sama ini diharapkan menyukseskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) kependudukan.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan data penduduk Bantul di pertengahan 2021 mencapai 944.708 orang. Jumlah tersebut belum termasuk dengan penduduk yang belum ber-KTP Bantul. "Sehingga kami juga mengapresiasi upaya kita ini membuahkan hasil yang positif dalam meningkatkan cakupan kepemilikan akta kelahiran melalui kerja sama ini," tutur Bambang pada Selasa (23/11/2021).
Peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran melalui kerja sama antara RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede dengan Disdukcapil Bantul diharapkan bisa terus berlanjut. "Saya berharap nanti nota kerja sama ini kita tandatangani kembali dan lebih meningkatkan lagi jangkauan pelayanan kita sehingga bisa lebih menyejahterakan masyarakat," tambahnya.
"Ini sudah sesuai dengan platformnya. Jadi memang GISA juga bergerak dari rumah sakit ke rumah sakit. Agar lebih mendekatkan kepada masyarakat," ujarnya.
Implementasi keberhasilan kerja sama ini dijelaskan Bambang dapat menjadi barometer agar elemen lainnya juga bergerak bersama-sama dalam mewujudkan gerakan sadar adminduk. "Memang penduduk atau manusia yang hidup di suatu wilayah itu tidak mungkin lepas dari masalah adminduk," imbuhnya.
Baca juga: Sepi! Tidak Ada Perayaan Pergantian Tahun di Sleman
"Kerja sama ini sangat positif dampaknya, karena memang akan meningkatkan program nasional cakupan kepemilikan akta kelahiran anak. Akhirnya hak sipil anak dapat dipenuhi. Warga tidak harus ke Disdukcapil mengurus akta, tapi bisa langsung dilayani di rumah sakit," terang Bambang.
Agar memudahkan pelayanan, Bambang menuturkan akan berusaha mendekatkan layanan Dukcapil ke masyarakat bisa memangkas memangkas banyak aspek. "Jadi kita dekatkan layanan lebih dekat lagi. Agar waktu dan jarak bisa terpangkas dan," tukasnya.
Direktur RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, Cicih Wahyu Adiningsih, berterima kasih atas kepercayaan Disdukcapil Bantul dalam pelayanan akta kelahiran. "Disdukcapil sudah mempercayakan dan memperpanjang perjanjian kerja sama. Ini yang kedua perpanjang MoU pembuatan akta kelahiran," tuturnya.
Selama satu tahun ini Cicih menyebutkan pembuatan akta kelahiran penduduk Bantul di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede belum begitu banyak. Dari 40-60 persalinan, baru 50 persennya yang membuat akta kelahiran langsung di rumah sakit.
"Laporannya sudah rutin kita lakukan. Semoga MoU penandatangan akta kelahiran ini ke depannya bisa terjalin untuk meningkatkan layanan kepada pasien," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.
Bakmi godog hangat dan suasana sawah menjadi daya tarik Sajian Kembang Turi di Turi, Sleman, untuk wisata kuliner keluarga saat musim hujan.
KAI menyiapkan extra seat diskon 50% untuk perjalanan kereta tertentu. Simak rencana penerapan, syarat pembelian, dan ketentuannya.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.