Viral Video Pengeroyokan Korban Terkapar di Jalan Kyai Mojo, Ini Faktanya

Satreskrim Polresta Jogja menghadirkan sejumlah pihak untuk menjelaskan kronologi video viral terkait dengan insiden di Jalan Kyai Mojo, Tegalrejo pada 20 November 2021 lalu. - Dok. Humas Polresta Jogja.
29 November 2021 11:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOMANAN - Polresta Jogja melalui Satuan Reskrim menindaklanjuti video viral di sejumlah media sosial yang menyebut adanya tindakan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban terkapar yang terjadi di Jalan Kyai Mojo, Tegalrejo pada 20 November 2021 sekitar pukul 23.30 WIB.

Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Andhyka Donny Hendrawan mengatakan, setelah viralnya video tersebut, pihaknya melakukan langkah-langkah di antaranya dengan melakukan penyelidikan, pemeriksaan baik saksi di lokasi kejadian atau yang disebut pelaku dalam video itu.

BACA JUGA : Bertemu Rombongan Klithih Bersajam di Jalan Samas

"Saat kejadian di wilayah Tegalrejo tersebut tidak ada peristiwa pemukulan atau penganiayaan," kata Kasatreskrim saat konferensi pers, Minggu (28/11/2021).

Kompol Andhyka mengklaim, pihak Polresta Jogja akan mengamankan dengan maksimal masyarakat atau wisatawan di wilayah Kota Jogja dari aksi kejahatan khususnya kejahatan jalanan.

Sementara itu, Akmal, laki-laki 18 tahun warga Sleman yang melakukan penganiayaan menyampaikan bahwa, kejadian sebenarnya hanyalah kesalahpahaman setelah salah satu temannya sempat bersenggolan dengan orang yang disebut sebagai korban dalam video itu.

Ia menyatakan tidak ada pemukulan, hanya sebatas cek cok mulut dan sedikit dorong-dorongan. Setelah kejadian itu, sejumlah warga berdatangan dan melerai antara mereka.

"Atas keributan tersebut, saya mohon maaf kepada masyarakat Kota Jogja telah membuat ketidaknyamanan," ucap Akmal.

BACA JUGA : Beraksi di Jalanan Jogja dengan Sajam, Komplotan Klithih

Saksi pengemudi ojek online yang berada di tempat kejadian dan juga ada dalam rekaman video viral tersebut pun membenarkan jika saat keributan itu tidak ada aksi pemukulan atau pun penganiayaan bahkan pengeroyokan mengakibatkan korban terkapar seperti apa yang viral di sejumlah media sosial.