WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, MLATI-Sebanyak empat remaja yang terlibat dalam tindak kejahatan jalanan atau lazim disebut klithih diringkus polisi pada Minggu (8/8/2021) dini hari. Para remaja belasan tahun ini diketahui membawa senjata tajam (sajam) sembari mengancam pengendara yang tidak disukai.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyono, menjelaskan polisi saat ini baru memeriksa salah satu remaja yang diamankan, yakni YD, laki-laki 17 tahun.
BACA JUGA : Dikejar Rombongan Klithih, 2 Pemuda Kulonprogo Luka-Luka
“Kemungkinan keterlibatan mengarah pada P [remaja lainnya],” ujarnya, Minggu (8/8/2021).
Berdasarkan pemeriksaan, YD melakukan aksinya di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), sehingga polisi membuka aduan jika ada warga yang merasa menjadi korban tindakan kriminal para remaja ini.
“Mereka ini muter-muter bawa senjata tajam. Kalau berpapasan dan orang itu tidak senang, ya langsung diancam," katanya.
Diketahui YD dan pelaku lainnya beraksi di sekitar Jalan Magelang, kapanewon Mlati. Pada Minggu (8/8) dini hari, tim gabungan Polda DIY, Polres Sleman dan Polsek Mlati mendapati aksi para remaja ini dan terjadi pengejaran beberapa saat.
BACA JUGA : Klithih Kembali Terjadi di Jogja, Pelaku Tendang Pengendara
Dalam pengejaran tersebut, YD bersama P terjatuh dari motor. Lantaran geram, warga yang semula menyaksikan aksi kejar-kejaran tersebut kemudian mendekati kedua pelaku dan sempat menghajar keduanya. Video penangkapan ini beredar di media sosial.
Sementara polisi berhasil mengamankan kedua pelaku lainnya di lokasi yang sama. “Yang diamankan di TKP Mlati ada empat anak. Sementara baru YD yang kami dalami, lainnya masih dalam proses lidik," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.
DPRD DIY mendesak perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal Sleman. Jalan rusak sepanjang 1 km menghambat bus wisata masuk lokasi.