Kangen Jogja Edisi 5, Kemantren Tegalrejo dengan Segala Potensinya

Tengkapan layar para seniman Tegalrejo sedang menampilkan kreasinya di tayangan Kangen Jogja Edisi Ke-5 di Youtube Dinas Pariwisata Kota Jogja. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
30 November 2021 03:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Kemantren Tegalrejo memiliki aneka ragam potensi seni, budaya dan wisata. Hal ini membuat Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja mengangkat potensi tersebut dalam Kangen Jogja Edisi Ke-5, yang disiarkan di kanal Youtube Dispar Kota Jogja mulai Senin (29/11/2021) pukul 19.00 WIB. 

Dalam siaran tersebut disajikan berbagai tarian dari para seniman lokal Tegalrejo. Ada Tarian Pesona Indonesia, Tarian Sabdatama, Tarian Batok, Tarian Warodya Wiratama, Tari Caping Ayu, Penampilan Oglek, Penampilan Fragment Diponegoro, dan Campursari.

Untuk potensi kerajinan, Tegalrejo memiliki Batik Hanacaraka, Sanggar Iqra' Hanacaraka dan Daur ulang kayu bekas. Tidak hanya itu, Tegalrejo juga memiliki kekayaan kuliner, di antaranya,  Jajan Pasar, Jamu Gendong, Soto Pak Soleh sampai Sop Buntut Pak Sugeng. 

Soto Pak Soleh misalnya. Warung di Kelurahan Tegalrejo ini sudah ada sejak tahun 1950-an. Pemilik Soto Pak Soleh, Siti Rofiah mengungkapkan jika ayahnya memulai berjualan soto secara keliling ke kampung-kampung. 

"Awalnya dipikul dari kampung ke kampung, terus ada langganan," kata Rofiah.

Setelah memiliki langganan, lokasi berjualan Soto Pak Soleh menetap di sekitar Alun-Alun Selatan Kota Jogja. Dalam perkembangannya, lokasi berjualan di rumah pribadi di kawasan Purwodiningratan.

"Kemudian sejak 1982,  baru Soto Pak Soleh pindah ke Kelurahan Tegalrejo sampai sekarang," katanya. 

Tidak hanya Kemantren Tegalrejo, Kangen Jogja sebelumnya telah menayangkan potensi dari kemantren-kamantren lain di Kota Jogja. Kepala Dispar Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko berharap acara Kangen Jogja mampu membantu wisatawan mengenal lebih dekat dengan Kota Jogja. Selain itu, bisa membantu pemulihan pariwisata.

"Keindahan yang berpadu dengan kelestarian budaya membawa daya tarik tersendiri sehingga menarik untuk dikunjungi. Banyaknya daya tarik wisata, oleh-oleh dan kuliner khas membuat Kota Jogja menjadi salah satu tujuan utama wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," kata Wahyu. 

Wahyu juga menyadari pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh Indonesia dan belahan dunia berdampak ke Kota Jogja. Utamanya dari penurunan angka kunjungan wisatawan.

"Oleh karena itu harus ada banyak terobosan dalam hal mempromosikan pariwisata Kota Jogja agar dapat meningkat kembali minat kunjungan wisatawan ke Kota Jogja," jelas Wahyu. 

Sebagai upaya untuk bangkit, Dispar Kota Jogja juga terus mendorong eksistensi pariwisata di seluruh wilayah.

"Termasuk dengan menampilkan serangkaian acara budaya dan mengenalkan potensi kerajinan dan kuliner yang ada melalui acara Kangen Jogja dan salah satunya di Kemantren Tegalrejo ini," kata Wahyu. (*)