Gunungkidul Genjot Aksi Bergizi, Targetkan Generasi Bebas Stunting
Gunungkidul perkuat Aksi Bergizi di sekolah. Remaja putri jadi fokus cegah anemia dan stunting.
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja mengklaim rencana relokasi PKL kawasan Malioboro ke tempat baru tidak akan membuat pedagang kehilangan mata pencaharian.
Pedagang sebelumnya menyatakan menolak rencana relokasi PKL kebangunan eks Gedung Bioskop Indra dan gedung bekas Dinas Pariwisata tersebut. Warga juga meminta dialog dengan pemerintah.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menyebut, pemerintah telah memikirkan dengan matang lokasi pemindahan PKL dan diklaim bakal tetap ramai seperti kawasan Malioboro adanya.
BACA JUGA: Rihanna Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Negara Ini
"Kita bicarakan dulu, kenapa kok menolak, semua mencintai Jogja katanya. Kita tidak ada maksud membuat tempat itu sepi, tidak, tetap kita ramaikan. Pasti ramai saya jamin. Relokasi juga bukan berarti Malioboro tanpa pedagang, tetap ada, cuma tersentral," kata Haryadi.
Direncanakan ada dua lokasi yang bakal menjadi tempat baru para PKL yakni eks gedung Dinas Pariwisata DIY serta eks gedung Bioskop Indra. Haryadi juga belum bisa memastikan kapan waktu relokasi akan dimulai. Pihaknya akan lebih dulu melihat kesiapan tempat baru dan juga kelayakan tempat itu bagi keberlanjutan para PKL.
"Ya semuanya direlokasi, 800 sama sekitar 1000 itu kurang lebih, tapi semuanya sangat bergantung pada kesiapan tempat relokasi tersebut. Mudah-mudahan semua lancar, tapi saya pastikan tempatnya dulu, baik kelayakan untuk berdagang atau seperti apa," imbuhnya.
Rencana penataan ini merupakan konsekuensi dari penetapan situs warisan dunia sumbu filosofis DIY oleh UNESCO. Haryadi berharap agar semua pihak memahami dan menghormati kebijakan tersebut. Pihaknya juga bakal melakukan evaluasi terhadap rencana relokasi itu agar kebijakan pemindahan dan penataan kawasan Malioboro bisa menguntungkan semua pihak.
"Harapan saya ini semua demi Kota Jogja dan DIY yang kita cintai bersama. Semua pihak agar bisa memahami hal tersebut. Para pedagang tetap kita perhitungkan, agar mereka berdagang ya tetap laku. Makanya kita juga akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaannya ke depan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perkuat Aksi Bergizi di sekolah. Remaja putri jadi fokus cegah anemia dan stunting.
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Ketua Koperasi BLN diamankan Satgas PASTI terkait dugaan penghimpunan dana ilegal dengan tawaran bunga simpanan hingga 4,17 persen per bulan.
Ribuan peserta meramaikan Funwalk BPR-BPRS Nasional 2026 di Sleman dengan hiburan dan doorprize menarik.
Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di daerah rawan bencana.
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.