Pasokan di Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit Mulai Naik

Pedagang Pasar Wates menunjukkan cabai rawit merah yang kini harganya mencapai Rp80.000 per Kg, di Kompleks Pasar Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Jumat (8/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
06 Desember 2021 10:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - ‎Memasuki musim penghujan dan menjelang Natal-Tahun Baru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Salah satu petani cabai Kalurahan Srigading, Sancoko menduga kenaikan perlahan harga cabai rawit muncul akibat pasokan cabai dari petani yang terbatas. Sancoko menceritakan di kawasan Srigading misalnya, tak banyak petani yang menanam cabai. "Petani yang menanam cabai khususnya jenis rawit terbatas," ujarnya pada Minggu (5/12/2021)

Kebanyakan petani memilih menanam tanaman sayur-sayuran. Akibatnya ketersediaan atau pasokan cabai dari petani pun sedikit. "Pasokan juga tak banyak yang otomatis berdampak pada harga cabai rawit yang melonjak ditingkat petani," tambahnya.

Kenaikan harga cabai ditingkat petani terbilang fantastis. Bila beberapa waktu lalu harga cabai hanya dibanderol belasan ribu rupiah per kilogramnya, kini harga cabai rawit bisa mencapai Rp50.000 per kilogram. "Cabai rawit sekali petik dapat 10 kilogram saja sudah banyak, uang yang didapat juga lumayan banyak. Karena harganya melambung sampai Rp50.000 per kilogramnya," tuturnya.

Baca juga: Awas! Debu Vulkanik Berbahaya bagi Tubuh, Ini Dampaknya Jika Terhirup

Tidak adanya proses lelang cabai di lingkungan petani membuat Sancoko memilih menjual hasil panenannya kepada pedagang pasar. Harga cabai rawit diprediksi makin tinggi di pasaran hingga sampai ke tangan konsumen.

Petani Kalurahan Srigading lainnya, Yuni Maryanto memprediksi harga cabai rawit di pasar tradisional bisa berselisih 10 persen dari harga jual petani. Dengan musim hujan yang masih berlangasung dan Nataru yang semakin dekat, Yuni memprediksi kenaikan harga cabai akan terus berlangsung sampai Januari 2022.

"Kalau tingkat petani saja berani membeli Rp50.000 per kilogramnya maka harga cabai rawit ketika sudah sampai di pasar bisa diatas Rp60.000 per kilogramnya," tambahnya.