Industri Kecil dan Menengah DIY Perlu Merancang Produk & Kemitraan

Diskusi Srawung Kariyo Bakul yang digelar di Greenhost Boutique Hotel, Selasa (7/12/2021). - Harian Jogja/Jumali
08 Desember 2021 07:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar diskusi Srawung Kariyo Bakul secara daring melalui laman Youtube Disperindag DIY, Selasa (7/12/2021). Dalam diskusi di Greenhost Boutique Hotel, Prawirotaman, Jogja, yang digelar lewat kerja sama dengan Harian Jogja tersebut ada tiga tema yang dibahas.

Tema pertama yang dibahas adalah Pentingnya Kemasan Produk Makanan Minuman sebagai Salah Satu Upaya Melindungi Produk dan Meningkatkan Omzet Penjualan. Tema kedua, Pentingnya Sertifikasi Produk bagi Keamanan Pangan dan Perlindungan Kesehatan Konsumen. Sementara tema ketiga adalah Pengembangan Jaringan Pasar melalui Kemitraan.

Pada tema pertama dihadirkan Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi, Perekayasa Pertama Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Disperindag DIY Guntur Prakoso dan IKM Zaki Nutrindo, Ahmadi.

Guntur Prakoso mengatakan saat ini ada 96.000 industri kecil dan menengah (IKM) berada di bawah binaan Disperindag DIY. Dari jumlah tersebut, dari jumlah tersebut separuh lebih bergerak di bidang produk olahan makanan. "Mereka rutin setiap tahun mendapatkan bimbingan teknis dari kami bagaimana terkait dengan kemasannya," katanya.

Hanya saja, pemberian pelatihan itu bukan tanpa kendala. Sebab, masih banyak IKM yang belum kenal BPTTG, sehingga banyak IKM bingung ketika hendak membuat kemasan.

Sementara Ahmadi dari IKM Zaki Nutrindo mengatakan sejauh ini tidak ada kesulitan dalam hal dan peningkatan keterampilan. "Sebab, banyak pelatihan yang bisa diakses oleh IKM. Termasuk dalam pembuatan kemasan," jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi mengatakan sejauh ini DPRD terus mendorong IKM untuk bisa mengakses layanan BPTTG.

"Salah satunya adalah mendorong sosialisasi keberadaan BPTTG dan fasilitas layanan yang ada melalui teknologi informasi," ucapnya.

Tema kedua menghadirkan Ratna Widiastuti dari BBPOM DIY dan Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto. Diskusi kedua ini membahas sertifikasi produk dan perlindungan konsumen.

Ratna Widiastuti mengatakan IKM tidak perlu takut untuk mengajukan perizinan karena cukup mudah. Selain itu, mereka yang mengajukan perizinan akan mendapatkan bantuan pendampingan dari jawatannya.

"Kami  juga akan mendampingi, agar bisa naik kelas. Dan kami berharap masyarakat cerdas mana yang terdaftar dan tidak," jelasnya.

Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto berharap agar kemudahan perizinan dari BBPOM dan Dinkes bisa betul-betul diperhatikan oleh UMKM. Selain itu bisa dimanfaatkan oleh IKM. "Ada harapan dari kami agar industri rumah tangga bisa dipasarkan ke toko modern," ucapnya.

Sementara tema ketiga adalah Pengembangan Jaringan Pasar melalui Kemitraan, menghadirkan Kepala Bidang Industri Agro Diseperindag DIY Eni Rosilawati, Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto, dan Heru Prawanta dari Hamzah Batik.

Kepala Bidang Industri Agro Diseperindag DIY Eni Rosilawati mengatakan selama ini telah berupaya untuk mengembangkan jaringan pasar melalui kemitraan dengan beberapa pihak. Salah satunya adalah toko modern.

"Selama ini, pihak yang bekerja sama dengan kami mensyaratkan produk IKM memiliki perizinan. Baik dari segi produk, kemasan dan perizinan dari BBPOM DIY," katanya.

Oleh karena itu, Eni menyatakan jawatannya kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kemitraan. Di mana, pihak kemitraan akan melakukan kurasi produk yang ada sebelum nantinya dipasarkan.

Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto mengungkapkan perlu ada pemikiran bersama terkait dengan pendampingan dan kemitraan terhadap produk IKM. Disperindag diharapkan membantu IKM di DIY agar produk bisa diterima oleh toko modern.

Di tempat yang sama, Heru Purwanta dari Hamzah Batik mengatakan, sejak awal berdirinya Hamzah Batik harus bersinergi dengan IKM. Saat ini ada produk dari 1.500 IKM, 600 di antaranya dari DIY.  "Selama produk itu tersertifikasi, pasti kami terima. Selain itu produk juga harus berkualitas," terangnya.