Petani Gunungkidul Masih Dijajah Hama Tikus

Pembasmian hama tikus di Dengok V, Dengok, Playen, Kamis (9/12). Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
09 Desember 2021 16:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PLAYEN—Petani Gunungkidul dijajah serangan hama tikus yang masih menjadi ancaman bagi lahan pertanian. Berbagai upaya coba dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Jayadi menjelaskan bahwa sejumlah titik lahan pertanian di Gunungkidul, diserang hama tikus ini. Diperkirakan luasan lahan yang terdampak seluas 54 hektare.

BACA JUGA : Petani Gunungkidul Diminta Waspadai Serangan Hama Tikus

“Kalau yang terdampak ini merata, di Kapanewon Playen, Paliyan, hingga zona selatan seperti Tanjungsari. Kami mendorong agar petani turun langsung untuk bisa mengendalikan hama tikus,” ujar Jayadi, Kamis (9/12/2021).

Jayadi mendorong agar hama tikus bisa ditekan dibawah 10%, sehingga tidak menyebabkan petani gagal panen. Sejumlah upaya untuk pembasmian hama sendiri, mengandalkan umpan beracun, serta emposan.

“Saat ini terdapat persediaan umpan sebanyak 100 kilogram dan emposan sekitar 20 kilogram. Petani bisa mendapatkan bahan pembasmi dengan mengajukan rekomendasi ke POPT dan DPP Gunungkidul. Namun bahan ini hanya sebagai stimulan. Kami tetap berharap agar petani bisa melakukan pembasmian hama secara mandiri," kata Jayadi.

Bekerja sama dengan DPP Gunungkidul, para petani di Dengok V, Dengok, Playen juga melakukan upaya pembasmian hama tikus. “Memang banyak laporan tentang serangan hama tikus pada tanaman jagung maupun padi. Kami harap petani bisa mengendalikan hama tikus. Jangan sampai gaagl panen,” ucap Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto.