Sepi Pengunjung dan Banyak Kios Mangkrak, Pasar Seni Gabusan Bantul Disorot Dewan

Kunjungan DPRD Bantuk ke PSG - Harian Jogja/Ujang hasanudin
10 Desember 2021 16:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul meminta Pemkab mengoptimalkan pengelolaan Pasar Seni Gabusan (PSG) di Jalan parangtritis, Timbulharjo, Sewon. Sebab pasar yang dibangun sejak 2004 dengan luasan sekitar 4,5 hektare tersebut sampai saat ini masih terbilang sepi, dan banyak kios yang kosong tak dimanfaatkan.

“Banyak tempat kosong. Untuk menampung seniman tapi belum tertampung itu bisa ikut meramaikan PSG intinya adalah ramai dulu mau seperti apa yang penting ramai dulu. Kalau Pemkab sementara mensubsidi selama enam bulan ya disubsidi dulu yang penting ramai dulu,” kata Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis, seusai mengunjungi PSG, Jumat (10/12/2021).

Jajaran Komisi B yang membidangi pendapatan dan aset daerah mengunjungi PSG untuk mengetahui kondisi ril karena selama ini pasar yang menjadi aset Pemkab Bantul tersebut belum termanfaatkan dengan baik meski berkali-kali digelar pameran di pasar itu, mulai dari pameran UMKM, pameran hasil seni dan kerajinan, pameran tanaman hias, dan saat ini berlangsung pameran barang antik dan vintage.

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Heru Sudibyo mengatakan perlu ada studi kelayakan dari tim ahli untuk membuat grand desain penataan PSG agar ramai. Selama ini pengelolaan PSG diakuinya hanya tambal sulam sehingga tidak tertata dengan bagus. Demikian kegiatan-kegiatan yang dilakukan di PSG juga hanya spontanitas tanpa berkelanjutan sehingga tidak memiliki ciri khas.

“Sebaikanya ke depan Bupati mengajak pihak lain untuk membuat desain sekaligus barangkali rancangan biaya yang diperlukan, kalau tidak, ya tidak tertata. Berapapun biayanya kami dari DPRD akan mendukung,” ucap Heru.

Ia memberi masukan selain seandainya di dalam PSG dibuat semacam home stay atau penginapan cukup bagus karena lokasinya cukup luas. Home stay tersebut tidak sampai mengubah bangunan-bangunan kios yang sudah ada untuk lahan UMKM dalam memamerkan hasil kerajinan dan kuliner khas Bantul.

Menurut dia, di lokasi tersebut cocok dibuat home stay karena lokasinya teduh dan banyak air mengalir di bagian tengah. Dengan demikian wisatawan selain dapat berbelanja di pasar tersebut juga dapat dipaketkan sekalian untuk menginap. Terlebih banyak kunjungan kerja daeri daerah lain dan bisa diarahkan untuk menginap di home stay tersebut. “Wisatawan dari pantai bisa dihampirkan di situ kayak paket wisata, syukur bisa bermalam di situ,” ucap Heru.

BACA JUGA: Ini 9 Game yang Bisa Menghasilkan Uang

Senada, Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Aryunadi merasa prihatin dengan kondisi PSG saat ini dengan lahan yang luas dan teduh namun belum terkelola dengan baik. Ia memahami Pemkab kemungkinan karena keterbatasan anggaran sehingga kurang serius dalam mengelola PSG.

“Harapan kami jadi perhatian kita bagaimana ada terobosan dan inovasi bahwa PSG yang sudah dikelola sekian tahun ke depan dapat menangkap potensi ekonomi kreatif dan pariwisata dalam rangka mewujudkan keseahteraan rakyat Bantul,” kata Aryunadi. Namun penataan harus sesuai dengan RPJMD 2021-2026.

Aryunadi meminta Pemkab Bantul bisa bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) yang kebetulan sama-sama berada di Kapanewon Sewon untuk menggelar berbagai kegiatan seni di PSG agar pasar tersebut kembali ramai.