Pelajar DIY Pamerkan 21 Hasil Temuan Berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan

Sejumlah pelajar DIY dalam AI Summit2021 pada Jumat (10/12/2021). - Ist.
11 Desember 2021 06:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di DIY berhasil menemukan sejumlah alat untuk mengatasi persoalan sehari-hari dengan menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebanyak 21 purwarupa dipamerkan dalam Jogja AI Summit 2021 pada Jumat (10/12/2021).

Kegiatan itu digelar oleh Yayasan Sagasitas melalui program Intel Prakarsa Muda. Sagasitas merupakan sebuah komunitas yang berkonsentrasi dalam pengembangan dan pembimbingan penelitian siswa SMA dan MA di DIY. Anggota Sagasitas terdiri dari para mantan juara kompetisi yang saat ini sedang melanjutkan di berbagai bidang studi di berbagai universitas di Indonesia.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutan tertulisnya mengatakan AI merupakan salah satu bagian penting dalam agenda nasional Making Indonesia 4.0. Revolusi Industri 4.0 diharapkan dapat menghasilkan transformasi yang pesat dan menyeluruh. Dengan demikian, Indonesia harus bersiap karena di masa depan sepertinya sulit untuk memikirkan industri besar yang tidak akan diubah oleh AI.

“Berbagai layanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, transportasi, ritel, komunikasi, dan pertanian akan menjadi sangat dimudahkan oleh keberadaan AI,” kata Sultan dalam pembukaan  Jogja AI Summit 2021.

Sultan mengapresiasi kegiatan pengenalan AI secara dini kepada siswa dan generasi muda agar dapat membuka wawasan sekaligus memberikan tantangan kepada mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada. “Terlebih bagi siswa SMK atau pendidikan vokasi, karena mereka-lah yang diharapkan menjadi insan kreatif dan kreator AI,” katanya.

Ketua Umum Yayasan Sagasitas Indonesia Zainal Abidin menjelaskan kegiatan itu diikuti 84 pelajar dari 41 sekolah di DIY dengan membawa sebanyak 21 hasil temuan berbasis kecerdasan buatan. Purwarupa itu sangat beragam mulai dari sensor deteksi kemacetan lalu lintas hingga alat untuk deteksi jaga jarak dan pemakaian masker serta beragam inovasi lainnya. Ia berkomitmen mendukung pemerintah dalam peningkatan literasi digital untuk pembangunan yang berkelanjutan

“Beberapa karya di antaranya telah berhasil mengharumkan nama Indonesia sebagai Global Winner pada ajang AI internasional, Intel AI Global Impact Festival 2021 dengan judul karya Mental Illnes Early Detection System Referring to Tweets Based on NLP-based AI,” katanya.

Ia menambahkan program Intel Prakarsa Muda merupakan bentuk dukungan dari Intel yang dilaksanakan oleh Sustainable Living Lab (SL2) Indonesia. Program ini untuk memperkenalkan AI kepada generasi muda berumur 14-19 tahun dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan untuk dapat mengembangkan solusi nyata di tengah masyarakat menggunakan teknologi AI.”Kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam peningkatan literasi digital untuk pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program Director Intel Prakarsa Muda Janio Nugraha menagpresiasi karya pelara pelajar DIY. Mereka berusaha menyelesaikan beragam persoalan di tengah masyarakat menggunakan kecerdasan buatan yang saat ini mulai banyak dibutuhkan teknologinya. Menurutnya demokratisasi teknologi saat ini bisa dilakukan secara inklusif tanpa membatasi latar belakang dan jenjang pendidikan. “Penguasaan dan pemanfaatan AI dapat dilakukan sejak usia dini,” ucapnya.