Paniradya Kaistimewan, Mengawal Danais untuk Infrastruktur

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan Aris Eko Nugroho
14 Desember 2021 05:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai lembaga yang bertugas membantu Gubernur DIY dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administratif urusan Keistimewaan, Paniradya Kaistimewan tidak hanya menangani mengenai perencanaan urusan Keistimewaan DIY, tetapi juga pemanfaatan dana keistimewaan (danais) yang bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat hingga kalurahan dan pedukuhan.

Salah satunya adalah program pembangunan fisik yang menyangkut kepentingan masyarakat dan mendukung program strategis yakni peningkatan infrastruktur dan pembangunan jalan Prambanan, Tawang, Ngalang. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Gunungkidul.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan Aris Eko Nugroho mengatakan peningkatan infrastruktur dan pembangunan jalan Prambanan-Tawang-Ngalang menjadi salah satu prioritas jawatannya pada 2022 mendatang. "Proyek ini ada lima segmen yang belum bisa diselesaikan pada 2021. Karena hingga kini sendiri kami baru menyelesaikan dua segmen," kata Aris.

Dua segmen yang telah selesai tersebut adalah ruas Tawang-Ngalang, segmen I senilai Rp47,1 miliar dan segmen V sebesar Rp37,8 miliar. Sementara tiga sesi lainnya belum selesai. Bahkan untuk ruas Tawang-Ngalang segmen I dengan panjang 1,95 kilometer dan lebar 7,5 meter sementara telah bisa dilalui kendaraan kecil.

Sebagai upaya konektivitas, pada 2022 juga dianggarkan pembangunan jembatan Bancang Rp5,8 miliar dan jembatan Branjang Rp2,5 miliar di ruas jalan Ngalang-Hargomulyo. Untuk mengatasi medan yang sulit di Clongop, ruas jalan Hargomulyo-Watugajah akan dilakukan appraisal. "Untuk pembangunan jalannya, janjinya akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat," ucap Aris.

Serapan Danais

Selain peningkatan infrastruktur dan pembangunan jalan Prambanan, Tawang, Ngalang, Aris menyatakan ada pembangunan pelabuhan perikanan di Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul yang menjadi prioritas jawatannya.

Di sisi lain, diakui oleh Aris, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengacu kepada level wilayah telah membuat capaian kinerja dari Paniradya Kaistimewan pada 2021 turun.

Hingga  Kamis (9/12), tercatat, dari Rp1,32 triliun danais yang diterima DIY pada 2021, baru terserap sebesar Rp1,127 triliun atau 85%. "Oleh karena itu dibutuhkan percepatan dalam hal penyerapan," kata Aris.

Meski tinggal menyisakan hitungan hari, Aris mengaku serapan danais tersebut kemungkinan bisa mencapai target yakni 94%. Target ini lebih kecil daripada realisasi Danais 2020 lalu yang telah mencapai 97%. (ADV)