Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ketua Kagama, Ganjar Pranowo, saat memberi sambutan dalam Nitilaku Virtual Journey, di GSP UGM, Sabtu (18/12). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, DEPOK--Bertepatan dengan ulang tahun ke-72 Universitas Gadjah Mada, Komunitas Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lari untuk Berbagi menggelar kegiatan Lari untuk Berbagi sejauh 72 km di DIY pada 17-18 Desember untuk menggalang kepedulian bagi warga yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.
Terdapat 19 pelari yang bergabung dalam acara ini. Rute jarak 72 km yang dibagi menjadi empat segmen, dimana pada setiap pergantian segmen ditandai dengan check point sekaligus water station. Rute lari meliputi Balairung - Tugu - Alun-alun Utara - Pasar Sentul - Lempuyangan - Janti - Prambanan - Piyungan – Jalan Wonosari - Ring Road Selatan - Jalan Godean - Jalan Magelang - Jetis - Grha Sabha Pramana (GSP).
Ketua Kagama, Ganjar Pranowo, menuturkan bantuan yang terkumpul untuk korban bencana erupsi Semeru sebesar Rp428 juta rupiah. Penyerahan bantuan diserahkan secara simbolis dilakukan perwakilan pelari yang telah menyelesaikan lari sejauh 72 km kepada Sekjen Kagama, Ari Dwipayana.
Pemilihan jarak 72 kilometer menyesuaikan angka perayaan Dies Natalis UGM yang jatuh di angka tersebut. “Saya salut ada yang lari 72 km sampai finish. Tapi berlari untuk berbagi bagi saudara kita di Semeru,” ujarnya pada Nitilaku Virtual Journey, di GSP UGM, Sabtu (18/12).
Kepada wartawan, Gubernur Jawa tengah ini mengaku salut dengan kontribusi pengurus daerah, pengurus cabang dan Komunitas Kagama yang selalu aktif memberikan pemikiran dan kreasinya dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Antar komunitas, antar disiplin ilmu, kerja sama saling membantu dengan kreasi dan inovasinya kita harapkan masing-masing menyelesaikan pada hal terkecil dan berkontribusi mulai dari beasiswa pendidikan, kesehatan, ekonomi,” katanya.
Selama pandemi ini kegiatan Nitilaku dilakukan secara virtual karena alasan kesehatan dan mencegah klaster penularan Covid-19. Menjelang Dies UGM, kegiatan Nitilaku dilakukan dengan cara berjalan kaki dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat menuju kampus UGM untuk mengenang perjalanan pendirian UGM dari awalnya di Siti Hinggil berpindah ke Bulaksumur, Sleman.
Rektor UGM, Panut Mulyono, mengapresiasi pengurus Kagama Daerah dan Komunitas Kagama yang ikut menyemarakkan kegiatan Nitilaku Virtual. “Kami mengucapkan selamat datang pada pengurus Kagama dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Saya juga mengucapkan terima kasih dan bangga saya hidup rukun dan kiprahnya luar biasa dalam bidangnya masing-masing,” katanya.
Nitilaku menurutnya merupakan bentuk mengenang kembali jasa Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dalam mengawal pendirian kampus pasca kemerdekaan. “Kita ingin mengenang kembali bagaimana pendirian kampus ini dan bagaimana kita selalu memberi kemajuan bagi bangsa dan negara,”.
Selain melakukan penggalangan dana untuk kemanusiaan, kegiatan Nitilaku dimeriahkan dengan pertunjukan drama operet sejarah pendirian UGM, penayangan nitilaku virtual journey, serta hiburan musik dari penampilan Padi Reborn dan Happy Asmara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI menggelar panen raya jagung di Desa Binaan Imigrasi di Semin