Slemania, BCS, Brajamusti, The Maident Sepakat Jaga Kondusivitas Super League
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
Foto ilustrasi./Istimewa-Dokumen Sanggar Srikandi
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) masih banyak sanggar yang belum memiliki Nomor Induk Kesenian (NIK). Padahal NIK penting dalam pendataan dan pengembangan berbagai sanggar-sangaar kesenian.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyampaikan dari 60 sanggar tari yang mengikuti workshop, belum semuanya memiliki NIK. "Ada beberapa yang sudah memiliki NIK, tetapi ada juga yang belum. Sehingga kita arahkan di sana," terangnya pada Selasa (21/12).
Dijelaskan Nugroho, NIK memiliki banyak manfaat dalam pengembangan sanggar. "Satu kota mempunyai data tentang sanggar-sanggar yang ada," ujarnya.
"Ketika kita sudah memiliki data kan bisa memikirkan bagaimana pengembangan selanjutnya untuk berkontribusi pada kemajuan kebudayaan di Bantul," tambahnya.
Nugroho menduga belum diurusnya NIK oleh pengelola sanggar karena kesibukan latihan dan pentas masing-masing sanggar. Maka Disbud Bantul berusaha mendorong upaya pembuatan NIK oleh para sanggar kesenian
"Siapa yang ingin mencari NIK akan dikoordinasi oleh ketua paguyubannya, untuk sama-sama membua NIK," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.